Berita

Presiden Joko Widodo/Rep

Politik

Jokowi Minta Pemulangan 34 Ribu PMI Diberlakukan Protokol Kesehatan Ketat

SENIN, 11 MEI 2020 | 12:21 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sebanyak 34.300 ribu orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) diprediksi akan kembali ke Tanah Air akibat pandemik virus corona baru atau Covid-19.

Hal ini pun menjadi perhatian dari Presiden Joko Widodo.

Kepala Negara yang akrab disapa Jokowi meminta agar jajarannya melakukan pemberlakuan protokol kesehatan yang ketat terhadap mereka. Agar bisa dipastikan tidak ada PMI yang tertular.


"Ingin saya tegaskan agar diberlakukan protokol kesehatan yang ketat dengan memobilisasi sumber daya yang kita miliki," ujar Jokowi dalam rapat terbatas secara virtual di Istana Bogor, Senin (11/5).

Selain itu, Jokowi juga minta dipastikan soal langkah pencegahan lainnya berupa lokasi karantina, jika memang ada yang diduga terinfeksi atau positif.

"Dan juga dipastikan kesiapan tempat karantina, dipastikan rumah sakit rujukan bagi para pekerja migran kita tersebut," tambahnya.

Lebih lanjut, mantan Walikota Solo ini membeberkan asal daerah PMI yang akan pulang sejumlah 34.300 ini.

"Mereka berasal dari Jatim ini ada 8.900 kurang lebih, dari Jateng 7.400, dari Jabar 5.800, dari NTB 4.200, dari Sumut kurang lebih 2.800, dari Lampung 1.800, dan 500 orang dari Bali," ungkap Jokowi.

"Ini agar betul-betul diantisipasi, disiapkan, ditangani proses kedatangan mereka di pintu-pintu masuk yang telah kita tetapkan dan juga diikuti pergerakan sampai ke daerah," dia menambahkan.

Adapun informasi mengenai kepulangan 34.300 PMI ini telah disampaikan sebelumnya oleh Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani.

Dalam jumpa pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Sabtu lalu (9/5), Benny Rhamdani menyebutkan 34.300 PMI yang diprediksi kembali ke Tanah Air alan terjadi pada Mei-Juni 2020.

Dari total PMI yang akan pulang itu, Politisi Partai Hanura ini merinci sebanyak 13.074 PMI berasal dari Malaysia. Kemudian 11.359 PMI dari Hongkong, 3.688 PMI dari Taiwan, 2.611 PMI dari Singapura, dan 800 PMI dari Arab Saudi.

Selain itu ada pula 770 PMI berasal dari Brunei Darussalam, 325 PMI dari Korea Selatan, 304 PMI dari Kuwait, 219 PMI dari Italia, dan 173 PMI dari Oman serta negara-negara lainnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya