Berita

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri saat meninjau rumah sakit darurat Wisma Atlet/Istimewa

Politik

Riset LP3ES: Pemerintah Abaikan Peringatan Ilmuan, Hingga Salah Kaprah Kelola Komunikasi Penanganan Covid-19

MINGGU, 10 MEI 2020 | 22:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pola komunikasi pemerintah di masa pandemik virus corona baru (Covid-19) dikritisi para pakar komunikasi.

Menurut Direktur Center for Media and Democracy LP3ES, Wijayanto, sejak awal pemerintah telah mengabaikan peringatan ilmuwan komunikasi tentang bagaimana komunikasi krisis yang baik semestinya dilakukan.

Ia menjelaskan, seharusnya pemeritnah menggunakan model komunikasi Crisis and Emergency Risk Communication (CERC) yang terdiri dari, sebelum krisis (pre-crisis), awal krisis (initial event), selama krisis (maintenance), resolusi (resolution) dan evaluasi (evaluation).


Tahap sebelum krisis perlu dilakukan untuk memberikan pengetahuan awal agar publik memahami dan menyiapkan diri terhadap krisis yang dihadapi. Memasuki fase awal krisis, pemerintah perlu menyediakan informasi melalui satu pintu untuk menghindari kesimpangsiuran informasi.

Kemudian fase krisis, pemerintah perlu menyalurkan informasi mutakhir secara berkala agar masyarakat yakin krisis dapat dilalui. Namun demikian, tahapan tersebut sama sekali tidak dilakukan pemerintah.

"Ada lima ciri komunikasi pemerintah yang buruk di masa pandemik. Pertama, komunikasi pemerintah kurang responsive. Pemerintah lamban dalam merespon imbauan komunitas ilmuwan tentang kemungkinan kehadiran corona di Indonesia sejak Januari 2020," kata Wijayanto dalam diskudi bertajuk 'Biarkan ilmu pengetahuan memandu: mendorong kebijakan berbasis riset di masa pandemi', Sabtu (9/5).

Bahkan, kata dia, pemerintah seakan abai dengan protes yang sudah disuarakan sejumlah masyarakat, baik jurnalis, akademisi, wakil rakyat, hingga masyarakat sipil tentang bahaya pengabaian masuknya corona di Indonesia.

Komunikasi pemerintah juga tidak konsisten. Inkonsistensi pemerintah ini bisa dilihat dari anjuran terkait mudik, di manat terjadi perdebatan internal pemerintah tentang boleh tidaknya mudik selama pandemik.

"Komunikasi pemerintah juga kurang jernih. Ketidakjernihan muncul dari pilihan bahasa yang dipakai pemerintah yang banyak menggunakan bahasa asing yang sulit dipahami masyarakat kelas bawah di perdesasan, seperti social distancing yang berubah menjadi physical distancing, lockdown, stay at home dan sebagainya," kritiknya.

Hal lain yang dikritisi adalah informasi pemerintah kurang akurat. Terdapat perbedaan antara data yang dimiliki oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Terakhir, kurang transparan. Sejak awal, pemerintah tampak menutup-nutupi informasi tentang corona, baik kedatangannya maupun peningkatan jumlah pasiennya," tandasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya