Berita

Pemberian paket sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19 di Sumatera Utara/Istimewa

Politik

Peduli Warga Miskin, Saleh Daulay Sebar 27 Ribu Paket Sembako

MINGGU, 10 MEI 2020 | 20:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dalam rangka mengantisipasi dampak negatif wabah Covid-19 terhadap masyarakat kecil, sejumlah anggota dewan memberikan bantuan sembako agar mereka mampu bertahan hidup di tengah hantaman virus mematikan tersebut.

Salah satu aksi nyata dilakukan anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional, Saleh Partaonan Daulay dengan memberikan ribuan bantuan sembako di daerah pemilihannya, Sumatera Utara II.

“Sekarang semua serba sulit, harga kebutuhan pokok setiap hari semakin mahal. Sementara harga komoditas warga tidak pernah naik. Belum lagi, lapangan pekerjaan sangat sulit. Bahkan, banyak juga masyarakat yang korban PHK,” ujar Saleh lewat keterangan persnya, Minggu (10/5).


Saleh mengatakan, pembagian bantuan ini direncanakan akan dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama akan dibagikan 9.000 paket untuk 9.000 keluarga. Tahap kedua 8.000 paket, dan tahap ketiga 10.000 paket. Pembagian tahap pertama telah dilaksanakan tanggal 7-10 Mei, sementara tahap kedua direncanakan akan dilaksanakan tanggal 12-15 Mei.

Adapun bantuan tahap pertama berisi beras. Kemudian bantuan tahap kedua, beras, minyak goreng, mie instan, teh, dan kopi. Sementara tahap ketiga, kornet, sarden, susu, gula, dan kacang hijau. Sedangkan bantuan tahap ketiga, berisikan kornet, sarden, susu, mie instan dan kacang hijau.

“Alhamdulillah, relawan saya sudah mulai membagi bantuan tersebut. Pembagian didasarkan atas pendataan terhadap warga yang membutuhkan. Insya Allah, kita harapkan semuanya tepat sasaran,” katanya.

Saleh menambahkan, bantuan pemerintah sudah diberikan kepada masyarakat, namun seringkali tidak diterima oleh warga yang membutuhkan di desa.

“Di situlah kita penting melakukan penyisiran. Dengan begitu, masyarakat merasa diperhatikan dan dipedulikan,” tandasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya