Berita

Pendiri PAN Amien Rais/Net

Politik

Amien Rais Hengkang Bisa Jadi Malapetaka Bagi PAN

MINGGU, 10 MEI 2020 | 13:54 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Manuver Amien Rais yang hendak membentuk partai baru dinilai akan memberatkan langkah elektoral Partai Amanat Nasional (PAN) di pemilu selanjutnya.

Peneliti Institut Riset Indonesia (Insis), Dian Permata mengatakan, PAN merupakan partai politik (parpol) yang perolehan suara secara persentase cukup stabil selama proses elektoral.

Perolehan suara PAN yang ikut berlaga di pemilu sejak 1999 hingga 2019 selalu berada di kisaran 6 hingga 7,5 persen.


"Ini salah bukti bahwa ceruk pemilih mereka cukup terjaga dan konstan," ucap Dian Permata kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (10/5).

Selama lima kali pemilu. kata Dian, peran Amien Rais tidak dapat dikesampingkan. Sebab pendiri partai itu merupakan sosok tokoh reformasi, tokoh Muhammadiyah, dan pendiri partai yang sangat berpengaruh.

"PAN menikmati kapitalisasi sosok AR (Amien Rais). Jika publik ditanyakan secara terbuka tentang PAN, maka ada terselip jawaban soal sosok Amien Rais. Ini juga terjadi di PKB, Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, dan Nasdem,” jelasnya.

Atas alasan itu, jika Amien Rais hengkang dan menarik pasukannya dari PAN, maka itu akan menjadi sejarah hitam bagi parpol tersebut.

“Seorang pendiri parpol cabutnya dari partai yang dia sendiri bagian di dalamnya," terang Dian.

Sejarah kelam akan berlanjut pada dampak elektoral partai. Terlebih, wacana menaikkan parliamentary threshold terus dibahas di DPR. Bahkan ada wacana bahwa revisi UU 7/2017 tentang Pemilu akan mengatur PT menjadi 7 persen.

Menjadi petaka bagi PAN lantaran Amien Rais akan turut merekrut para penggawa partai matahari. Belum lagi basis pemilih PAN di kalangan Muhammadiyah yang akan ikut bersama Amien Rais.

"Solusinya, untuk mengisi nilai AR, maka PAN harus akrobat politik. Seperti merekrut endorse dan vote getter baru. Bisa dari ceruk yang sama yakni basis tradisional Muhammadiyah atau membuka ceruk baru. Seperti Busro Muqoddas, Haedar Nashir, atau lainnya, atau merekrut kiai-kiai kampung basis Muhammadiyah,” tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya