Berita

Ketua Komisi Ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azrul Tanjung/Net

Politik

MUI: Pemerintah Harus Tegas, Bepergian Ke Daerah Hanya Untuk Darurat

MINGGU, 10 MEI 2020 | 13:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah harus tetap memperketat perjalanan publik dari satu daerah ke daerah lain dalam bentuk apapun. Bepergian hanya diperbolehkan dalam kondisi darurat.

Begitu kata Ketua Komisi Ekonomi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Azrul Tanjung menanggapi terbitnya surat edaran Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19

“Pemerintah harus tegas dan tetap melarang masyarakat untuk bepergian, baik dalam rangka mudik maupun pulang kampung,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (10/5).


Azrul Tanjung mengingatkan bahwa moda transportasi yang dibuka harus benar-benar dengan protokol yang ketat, baik pada aspek kesehatan dan tingkat kepentingannya.

Semua penyedia moda transfortasi juga harus memastikan bahwa prasarana dan sarana transportasi memenuhi protokol kesehatan.

“Seperti mengatur jaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan, wajib masker dan memastikan yang berpergian sehat dengan menunjukan hasil tes negatif Covid-19,” sambungnya.

Lebih lanjut, Azrul Tanjung mengingatkan bahwa pada April 2020 lalu, Sekjen MUI Anwar Abbas juga sudah mengimbau masyarakat untuk tidak mudik di tengah pandemik Covid-19.

Mudik dari daerah pandemik wabah ke daerah lain tidak boleh karena di-syakki (diduga) keras akan bisa menularkan virus tersebut kepada orang lain.

“Apalagi virusnya menular dan sangat berbahaya. Sekarang ini seluruh wilayah RI sudah terkena pandemi, tentu ini sangat membahayakan,” lanjutnya.

Di samping itu, Azrul Tanjung juga meminta pemerintah untuk menyediakan bantuan pangan bagi rakyat. APBN dan APBN harus diutamakan untuk kepentingan pengadaan pangan rakyat.

“Rakyat butuh makan, dalam kondisi darurat negara harus hadir, jangan sampai rakyat kelaparan tegas. Moga pertengahan Juni Covid-19 ini akan berahir,” lanjut Azrul.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya