Berita

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto/Net

Politik

Dahnil: Djoksan Sosok Jenderal Tempur Yang Loyal Pada Prabowo Subianto

MINGGU, 10 MEI 2020 | 12:26 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Duka mendalam turun disampaikan Jurubicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak atas meninggalnya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Selamat jalan ayahanda kami, jenderal tempur nan ikhlas dan pejuang sejati, Jenderal (Purn) Djoko Santoso. InsyaaAllah beliau husnul khotimah,” ujarnya lewat akun media sosialnya, Minggu (10/5).

Bagi Dahnil, Djoko Santoso merupakan seorang jenderal tempur yang loyal terhadap sahabat. Setidaknya hal itu terlihat sat Djoko Santoso mengawal Prabowo Subianto yang berlaga di Pilpres 2019 sebagai ketua tim sukses.


“Pak Djoksan. Begitu saya biasa memanggil beliau. Pak Djoksan, tipe jenderal tempur,” terangnya.

“Pak Djoksan adalah orang yang dikenal sangat loyal kepada sahabat, dan Pak Prabowo sangat percaya dengan beliau,” sambung Dahnil.

Sosok Djoko Santoso, sambung Dahnil, merupakan orang yang paling dibanggakan oleh Prabowo Subianto selama ini. Ini karena hubungan keduanya sudah terjalin sejak lama.

“Sejak awal Pak Djoksan selalu bersama Pak PS, beliau mantan wakil Pak PS di TNI, yang dikenal berwatak prajurit tempur sejati,” ujarnya.

Mantan ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah itu mengaku kerap memberi kesempatan bagi anak muda untuk maju ke depan. Seperti saat diskusi publik, Djoksan kerap kali meminta Dahnil untuk yang tampil di depan.

“Ketika harus terkait dengan mengisi diskusi publik atau bicara di Media. Pak Djoksan berusaha menghindar "Saya lebih tenang kalau kamu yang bicara Nil,” begitu katanya,” kenang Dahnil.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya