Berita

Gubernur Wahidin Halim dan Wagub Andika/Net

Nusantara

Pemprov Banten Ajukan Pinjaman Rp 800 Miliar, HMB Minta Penggunaan Dana Transparan

KAMIS, 07 MEI 2020 | 16:58 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) mendesak transparansi anggaran hasil pengajuan pinjaman Pemprov Banten ke Bank Jabr Banten (BJB) sebesar Rp 800 miliar untuk penanganan Covid-19 di Banten.

Pinjaman ke BJB tersebut disampaikan melalui surat bernomor 980/934-BPKAD/2020 yang diajukan kepada DPRD Banten tertanggal pada 29 April 2020.

Ketua Umum HMB Jakarta, Rizki menilai, meskipun pengadaannya dalam keadaan darurat, tapi prinsip transparansi dan akuntabilitas harus tetap dijunjung tinggi.


"Untuk menutupi praktek korupsi dan berbagai kepentingan lainnya dalam pengunaan dana pandemik, dalam keadaan darurat apapun yang terjadi akibat Covid-19 tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk tidak transparan dalam pengelolaannya," terang Rizki dilansir dari Kantor Berita RMOLBanten, Kamis (7/5)

Rizki mengatakan, transparansi pengelolaan dana merupakan bagian dari bentuk komitmen yang jelas dari pemerintah daerah mengenai dana penanganan wabah Covid-19 untuk kebutuhan masyarakat.

"Harusnya pemerintah daerah bisa memberikan informasi yang lebih jelas, akurat, soal apa saja yang sudah dilakukan pemerintah daerah dalam melakukan penanganan Covid-19 di Banten, kebutuhan apa saja yang diperlukan pemerintah daerah dalam menghadapi Covid-19, dan berapa persen anggaran yang sudah dikeluarkan untuk pandemik ini," jelasnya.

Menurut Rizki, transparansi pengelolaan dana penanganan Covid-19 di Banten masih menjadi pertanyaan besar bagi seluruh kalangan masyarakat, hal itu tentu akan menimbulkan banyak spekulasi yang beredar.

"Padahal informasi itu penting karena pengelolaan dana penanganan Covid-19 ini akan berpengaruh pada berapa banyak nyawa yang dapat diselamatkan," demikian Rizki.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya