Berita

Jurubicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP), Aris Yudhariansyah/RMOLSumut

Kesehatan

Reinfeksi Corona Bukan Sekadar Bualan, Masyarakat Diminta Waspada

KAMIS, 07 MEI 2020 | 12:10 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

RMOL. Kasus pasien positif Covid-19 yang sudah sembuh dan kembali terinfeksi atau yang disebut juga dengan reinfeksi atau reaktivasi, sudah terjadi di Indonesia.

Terkait hal ini masyarakat tidak perlu panik. Namun diimbau tetap waspada dengan selalu mengikuti protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Penyakit ini memang bisa sembuh dan tidak perlu panik, tetapi diharapkan jangan sampai menyepelekan. Karena penyebaran virus ini sangat cepat. Belum lagi, baru-baru ini kita juga mendengar ada kasus reinfeksi atau reaktivasi, yakni pasien yang sudah dinyatakan sembuh kembali positif,” ujar Jurubicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP), Aris Yudhariansyah, di Media Center GTPP Covid-19 Provinsi Sumut, Rabu (6/5).


Ada beberapa kemungkinan penyebab reinfeksi. Pertama, hasil negatif “palsu” dari tes swab yang berasal dari pengambilan spesimen sampel lendir yang kurang cukup. Ataupun hasil positif “palsu” yang berasal dari spesimen yang mengandung virus tidak aktif.

Kemungkinan kedua, virus yang masih tersisa dalam pasien sembuh aktif kembali. Hal ini bisa terjadi karena imunitas tubuh pasien yang masih lemah, sehingga virus bisa memperbanyak diri kembali. Bila ini terjadi, biasanya gejala yang ditimbulkan jauh lebih ringan dan kecil kemungkinan terjadi transmisi orang ke orang.

“Untuk itu, kami tekankan kembali pembatasan aktivitas sosial secara masif masih harus kita lakukan dengan ketat. Bahkan, beberapa negara yang berhasil menghentikan puncak pertambahan kasus seperti Korea dan China, juga masih mengalami kemunculan kasus. Meskipun sudah tidak banyak,” kata Aris, dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Lanjut Aris, reinfeksi juga bisa terjadi karena pasien yang sudah sembuh terpapar virus dengan tipe lain. Berdasarkan penelitian, saat ini diketahui terdapat tiga tipe virus SARS-CoV-2. Ada kemungkinan memori kekebalan tidak akan berjalan pada pasien yang sembuh dari virus pertama, karena sistem imun tidak mampu mengenal tipe virus yang baru.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya