Berita

Sabang Merauke Eye Centre (SMEC)/Net

Kesehatan

Mengenal Lebih Dekat Fakoemulsifikasi, Pengobatan Katarak Paling Mutakhir Di Dunia

KAMIS, 07 MEI 2020 | 10:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mata merupakan jendela kehidupan. Karenanya, mata merupakan salah satu orang tubuh yang sangat penting untuk dijaga kesehatannya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini memperkirakan, terdapat lebih dari 7 juta orang di dunia yang menjadi buta setiap tahunnya.

"Di Indonesia sendiri, prevalensi kebutaan adalah 3 juta orang atau 1,5 dari populasi," kata Business Development Pusat Pelayanan Kesehatan Mata, Sabang Merauke Eye Centre (SMEC), M. Ariyandri, SE, M.Kes dalam seminar online bertema "Katarak dan Tindakan Pengobatan Terupdate" yang digelar pada Rabu (6/5).


Dia menjelaskan, penyebab kebutaan terbanyak di Indonesia adalah katarak (0,78 persen), disusul oleh glaukoma (0,20 persen), gangguan refraksi (0,14 persen), gangguan retina (0,13 persen) terutama diabetik retinopathy, abnormalitas kornea (0,10 persen), terutama kerophtalmia.

"Berdasarkan data WHO, kemampuan dokter mata Indonesia dalam melakukan operasi katarak sebanyak 468 setiap tahunnya. Jumlah ini hanya seperempat dari total yang dilakukan oleh dokter mata dari negara tetangga. Thailand, misalnya, mampu melakukan operasi katarak sebanyak 2.090 setiap tahunnya," sambung Ariyandri.

Menyambung Ariyandri, pada seminar yang sama, CEO SMEC Group, Dr Imsyah Satari SpM menjelaskan lebih lanjut mengenai katarak serta pengobatan teranyar dalam dunia medis.

Dia menjelaskan, katarak adalah kondisi lensa mata yang mengalami kekeruhan karena beberapa faktor. Di antaranya adalah kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultraviolet, radiasi serta efek sekunder dari penyakit lain, misalnya diabetes atau hipertensi. Selain itu, katarak bisa juga disebabkan oleh usia lanjut dan trauma.

"Penyakit ini juga merupakan penyebab kebutaan utama di dunia yang dapat diobati. Semua jenis katarak hanya bisa diatasi dengan operasi pengangkatan katarak dan diganti dengan lensa intraokuler atau lensa buatan," jelasnya.

Lebih lanjut Dr Imsyah menjelaskan bahwa SMEC memiliki prosedur tindakan katarak paling mutakhir yang ada di dunia, yakni Fakoemulsifikasi.

"Di SMEC, teknologi operasi katarak yang digunakan sangat maju, yakni dengan fakoemulsifikasi," ujarnya.

Fakoemulsifikasi merupakan pengobatan penyakit katarak paling mutakhir yang ada di dunia saat ini.

"Operasi dengan alat ini menggunakan luka kecil, sehingga proses penyembuhan lebih cepat dengan hasil yang lebih baik tanpa perlu jahitan atau rawat inap," tuturnya.

Dalam pengobatan dengan fakoemulsifikasi, lensa mata yang keruh diganti dengan lensa buatan yang ditanam di mata. Dokter spesialis mata melakukan prosedur ini dengan menggunakan peralatan operasi berteknologi tinggi dengan teknik fakoemulsifikasi.  

Menurutnya, teknologi mutakhir ini memiliki banyak kelebihan, yakni sayatan pada mata pasien yang kecil serta dilakukan tanpa jahitan. Dengan demikian lebih minim infeksi, sehingga proses pemulihan pun menjadi lebih cepat.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya