Berita

Zita Anjani/Net

Nusantara

Zita Anjani: Tidak Perlu Dipertanyakan, Masyarakat Lebih Butuh Sembako Daripada BLT Di Tengah Wabah Covid-19

RABU, 06 MEI 2020 | 13:54 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah baik pusat maupun provinsi wajib memenuhi kebutuhan masyarakatnya di tengah pandemik Covid-19.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Zita Anjani mengatakan di masa-masa sulit seperti ini, kebutuhan akan sembako menjadi prioritas yang utama.

"Di tengah wabah seperti ini, saya rasa tidak perlu di pertanyakan lagi kebutuhan prioritas warga itu apa. Sembako jadi prioritas utama," ujar Zita saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (6/5).


Zita mengungkapkan bahwa dirinya kurang sepakat dengan usulan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat.

"Bukan karena kekurangan uang, kita menghindari terjadi hal yang tidak di inginkan, karena tunai rawan untuk di korupsi," tegasnya.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, pemberian BLT Lebih banyak mudharatnya dikarenakan warga masih harus keluar untuk mencari sembako lagi.

"Akhirnya mereka tidak bisa tinggal di rumah saja dan justru mengundang keramaian," katanya.

Perlu diperbaiki dan difokuskan saat ini, lanjutnya, adalah memperbarui data penerima bantuan agar tepat sasaran.

"Warga lebih butuh itu. Mereka tidak ada yang minta uang, karena sembako mereka tidak perlu keluar rumah lagi dan lebih menjamin kesehatannya," tandasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya