Berita

Didi Kempot saat menerima anugerah dari PWKI/Istimewa

Nusantara

Selamat Jalan Didi Kempot, PWKI Bersyukur Sempat Berikan Penghargaan

SELASA, 05 MEI 2020 | 14:37 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kepergian maestro Campursari, Didi Kempot, untuk selama-lamanya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Tak terkecuali mereka yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI).

PWKI merasa bersyukur karena masih sempat memberikan penghargaan “Terima Kasihku Kepadamu” kepada Didi Kempot dalam acara “Buka Tahun Baru Bersama PWKI” di Gedung Dwi Warna, Lemhannas, Jakarta, 17 Januari 2020 lalu.

Saat itu, Didi Kempot memang tidak dapat hadir. Dan atas permintaan panitia, Kepala BNN, Komjen Heru Winarko, kemudian mewakili penyanyi Campursari tersebut untuk menerima trofi 'Terima Kasihku Kepadamu'.


Penyerahan trofi secara langsung kepada penyanyi legendaris itu dilakukan sebulan kemudian. Tepatnya pada 14 Februari 2020, bertempat di Kantor Pusat BNN, Jakarta. Didi Kempot hadir dengan ditemani seluruh pemain musik campursari. Selain menerima trofi, Didi Kempot juga dinobatkan menjadi Duta Relawan AntiNarkoba oleh Heru Winarko.

Demikian diungkapkan Ketua Panitia Buka Tahun Baru Bersama PWKI tahun 2020, Asni Ovier DP, di Jakarta, Selasa (5/5), menanggapi berpulangnya Didi Kempot. Hadir dalam penyerahan trofi itu Kepala BNN beserta jajarannya dan Ketua PWKI, AM Putut Prabantoro, dan puluhan wartawan.

“Kami sangat kehilangan mas Didi Kempot. Rasanya baru kemarin kami bertemu, mengucapkan terimakasih dan sekaligus menari bersama di BNN. Penyerahan trofi 'Terima Kasihku Kepadamu' di kantor pusat BNN menjadi momentum yang tidak akan pernah terlupakan, karena berpulangnya mas Didi. Kami bersyukur karena sempat memberikan penghargaan dengan cara sederhana. Sungguh kami kehilangan sosok pahlawan bangsa,” ungkap Ovier, melalui keterangannya, Selasa (5/5).

Menurut Ovier, Didi Kempot adalah sosok pemersatu bangsa. Lagu-lagu yang dibawakannya mampu menyatukan seluruh elemen dan lapisan masyarakat. Tanpa melihat usia, suku, agama, ras, maupu golongan.

Ketika Mas Didi, ungkap Ovier, membawakan lagu-lagunya, semua orang berjoget, tertawa, dan menangis tanpa melihat latar belakang usia, suku, agama, golongan, atau ras.

“Ini yang menjadi alasan bagi PWKI untuk memberikan penghargaan 'Terima Kasihku Kepadamu' kepada Mas Didi Kempot saat acara 'Buka Tahun Bersama PWKI 2020', Januari lalu. Selain mas Didi, penghargaan juga diberikan kepada sutradara film Joko Anwar, aktivis sosial yang juga Staf Khusus Presiden Gracia Billy Yosaphat Y Mambrasar, legislator termuda Hillary Brigita Lasut, dan Walikota Bekasi Rahmat Effendi,” ujar Ovier, yang adalah wartawan senior Suara Pembaruan.

Keputusan PWKI memberi penghargaan kepada Didi Kempot ditetapkan panitia pada 2019. Lalu, perwakilan PWKI mengadakan kontak dengan penyanyi campursari tersebut, yang sangat padat jadwalnya. Kontak ditindaklanjuti dengan pertemuan dan terjadi sebelum acara pemberian penghargaan dilaksanakan.

“Dalam pertemuan di Hotel Crowne, Jakarta, PWKI disambut mas Didi dan rekan-rekannya dari Suriname dan Amsterdam. Ketika itu Mas Didi sedang bersiap-siap hendak mengisi acara di Polda Metro. Beliau hanya memakai celana pendek dan kaos oblong. Pembicaraan saat itu berlangsung dengan menggunakan bahasa Jawa, karena teman-temannya dari Suriname hanya bisa berbahasa Jawa dan Belanda serta sedikit bahasa Inggris,” ujar Ovier.

Ovier pun mengungkapkan kesannya tentang Didi Kempot, yang dinilai sebagai sosok yang ramah dan murah senyum. Selama pembicaraaan yang berlangsung di lobi Hotel Crowne Jakarta itu, Didi Kempot tidak menunjukkan bahwa dia adalah seorang bintang besar dengan puluhan juta penggemar.

“Saya sangat kagum dengan sosok Mas Didi. Dia tidak memperlihatkan bahwa dia adalah seorang superstar di Indonesia. Almarhum sangat ramah,” tandas Ovier.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya