Berita

Ni Nyoman Sri Budayanti/Net

Kesehatan

Bali Berhasil Sembuhkan 159 Pasien Covid-19, Ini Yang Dilakukan Pemerintah Bersama Tim Medis

SELASA, 05 MEI 2020 | 13:18 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jumlah infeksi virus corona baru atau Covid-19 di Provinsi Bali cukup tinggi. Terhitung hingga Senin (4/5) kemarin, jumlah total kasus positif sudah sebanyak 271 orang.

Tapi menariknya, Pulau Dewata mampu menyembuhkan 159 pasien positif, dan juga menekan kasus meninggal yang hanya sampai 4 orang.

"Sehingga kasus aktifnya sekarang 108 (yang positif)," ujar Ketua Tim Lab Pemeriksaan Kasus Covid-19 Provinsi Bali, Ni Nyoman Sri Budayanti dalam jumpa pers virtual di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (5/5).


Semua capaian tersebut, diceritakan Ni Nyoman Sri Budayanti, tidak terlepas dari kontribusi banyak pihak yang dilakukan secara gotong royong.

Terutama, kata dia, kerja keras yang dilakukan oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali.

Sebagai contoh riil kerja keras dari Gugus Tugas Bali, Ni Nyoman Sri Budiyanti menyebutkan, kesigapan mereka membantu evakuasi kedatangan pekerja migran Indonesia yang dipulangkan dari luar negeri.

"Itu kan ada yang tengah malam, sampai jam 1 malam, mereka masih di bandara. Jadi kerjasama dengan satgas di Bali saat ini saya lihat sangat kompak, sangat baik. Dan itu mungkin membuat kita bisa kolaborasinya sudah bagus, bisa cepat komunikasi," jelasnya.

Adapun untuk penanganan dari tim medisnya, Ni Nyoman Sri Budiyanti menyebutkan, pihaknya terus mengembangkan ketepatan dan kecepatan pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) yang ada di Bali.

"Kalau dari kami yang bekerja di laboratorium, kita lebih mengembangkan ke Real Time PCR, jadi lab Sanglah sudah ditunjuk sebagai salah satu lab untuk pemeriksaan PCR Covid. Kami berusaha dalam 24 jam sudah ada hasil," terang Ni Nyoman Sri Budiyanti.

"Dan itu ternyata sangat membantu teman-teman untuk menyisihkan kasus. Jadi bisa lebih cepat tahu, mana positif dan negatif," sambungnya.  

Selain itu, ia juga memberikan pedoman yang bisa digunakan oleh daerah lainnya, untuk supaya bisa efektif menangani Covid-19. Pedoman itu disebut 3T. Yaitu test, treatment, tracking.

"Dengan tes yang cepat otomatis kita bisa lebih cepat mengobati, otomatis kita bisa lebih cepat mentracking pasien, atau mencari orang-orang yang kontak dengan penderita tersebut. Mungkin itu salah satunya ya," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya