Berita

Presiden Joko Widodo saat mengikuti KTT GNB/Net

Dunia

Di KTT GNB, Jokowi Sampaikan Pentingnya Persatuan Negara Berkembang Hadapi Covid-19

SELASA, 05 MEI 2020 | 10:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Negara-negara berkembang, khususnya yang tergabung dalam Gerakan Non-Blok (GNB) harus bisa meningkatkan solidaritas politik untuk melawan pandemik Covid-19.

Demikian yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam KTT GNB yang diselenggarakan secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor pada Senin malam (4/5).

"(Jika) 59 tahun lalu GNB didirikan untuk melawan "musuh bersama" imperialisme dan neokolonialisme. Saat ini "musuh bersama" kita adalah Covid-19," tegas Jokowi di hadapan para pemimpin GNB dan sejumlah pihak lainnya.


Jokowi menyampaikan, negara-negara GNB yang mayoritas adalah negara berkembang harus memperkuat solidaritas politik dan menerjemahkannya dalam kerja sama yang konkret.

Negara-negara GNB, kata Jokowi, harus memfokuskan energi dan waktu untuk menghadapi Covid-19, bukan untuk mempertajam perbedaan dan melemahkan kerja sama.

Di mana saat ini, prioritas negara berkembang adalah akses yang berkeadilan dan tepat waktu terhadap obat-obatan dan vaksin Covid-19 dengan harga yang terjangkau.

Selanjutnya, Jokowi juga menekankan pentingnya memperkuat kemitraan global bagi negara berkembang dalam hal pemenuhan komitmen bantuan kemanusiaan dan keringanan hutang.

"Kita perlu suarakan dan perjuangkan komitmen bantuan pembangunan dan kemanusiaan, keringanan utang, maupun kewajiban pembayaran utang dari official creditors dapat dialihkan untuk pembiayaan penanganan Covid-19,” ungkap Presiden.

“Ke depan, negara berkembang harus berjuang untuk memperbaiki tata kelola kesehatan global agar kita lebih siap menanganani pandemi di masa depan,” lanjutnya.

Ada pun KTT GNB irtual ini bertepatan dengan momentum Peringatan 65 Tahun Dasasila Bandung dan Perayaan 60 Tahun berdirinya GNB tersebut. Sehingga, hampir seluruh delegasi mengutip pernyataan Deklarasi Bandung.

Mendampingi Jokowi, ada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

KTT tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres hingga Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya