Berita

Sylvia Browne dan Arief Poyuono/Net

Politik

Pandemik Corona Bisa Jadi Jalan Hilangnya Indonesia Pada 2030

MINGGU, 03 MEI 2020 | 05:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pandemik virus corona baru (Covid-19) yang belum menunjukkan ujungnya ini ternyata bukan sesuatu yang baru. Pasalnya, hal ini sudah diprediksi bakal muncul sejak belasan tahun silam.

Adalah Sylvia Browne yang menulis bahwa dunia akan dilanda wabah yang menyerang paru-paru manusia (pneumonia) pada 2020. Sylvia Brown menuliskan prediksinya tersebut dalam buku "End of Days" yang terbit pada 2008, atau 12 tahun silam.

Di halaman 191, Sylvia Browne menuliskan prediksinya sebagai berikut, "In around 2020 a severe pneumonia-like illness will spread throughout the globe, attacking the lungs and the bronchial tubes and resisting all known treatments. Almost more baffling than the illness itself will be the fact that it will suddenly vanish as quickly as it arrived, attack again ten years later, and then disappear completely".


Akan tetapi, kadang kala, sebuah prediksi yang ditulis dalam sebuah buku mengalami penentangan. Bahkan ditolak mentah-mentah.

"Dan setelah terjadi benar, waooo it happen. Begitu juga dengan karya Sylvia Browne yang saat terbit juga kurang dipercaya," ucap Arief Poyuono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu malam (2/5).

"Masih ingat novel berjudul 'Ghost Fleet' yang ditulis dua ahli strategi Amerika Serikat? Digambarkan sebuah perang antara Amerika Serikat melawan China di tahun 2030 yang juga meramalkan Indonesia tidak ada lagi di tahun 2030? Alias NKRI pecah yang sempat juga dicemooh ketika dibedah oleh Prabowo Subianto dalam setiap pidatonya," terang Wakil Ketua Umum Gerindra ini.

Lanjut Arief Poyuono, kalau melihat pandemik Covid-19 yang berdampak terhadap perekonomian dan kehidupan sosial di Indonesia, bukan tidak mungkin jika pemerintah gagal mengendalikan pandemik ini dan dampaknya.

"Ini akan jadi jalan menuju Republik Indonesia di tahun 2030 sudah tidak ada lagi. Seperti yang ditulis di novel 'Ghost Fleet'," lanjutnya.

Sebab, tambah Ketum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ini, jika membedah dengan teori MDH-nya Karl Marx untuk membaca gejala sosial atau masyarakat akibat dampak Covid-19, peluang hilangnya Indonesia pada 2030 akan sangat mungkin.

Apalagi, saat ini sangat terlihat kerja sama ekonomi Indonesia dengan negara lain yang lebih didominasi kerja sama dengan RRC. Sehingga dengan mudahnya TKA asal RRC masuk ke Indonesia, yang menyebabkan hilang kesempatan rakyat Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan, produk-produk dari RRC lebih percaya dibandingkan bangga dengan produk Indonesia.

Karena itu, tegas Arief Poyuono, untuk menghindari semua prediksi ketiadaan Indonesia di tahun 2030 semua pemimpin negeri ini harus melepaskan semua ego dan kepentingan-kepentingan pribadinya. Apalagi hanya berpikir untuk memperkaya diri sendiri yang akan memunculkan rasa saling benci.

"Kita harus bersatu untuk menghindari hilangnya Indonesia pada 2030. Ini fase-fase yang sangat berat bagi bangsa kita ke depan," demikian Arief Poyuono.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya