Berita

Obat/Net

Dunia

Tim Peneliti AS Dan Prancis Sebut Ada 10 Obat Yang Diyakini Efektif Untuk Perawatan Covid-19

JUMAT, 01 MEI 2020 | 11:06 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tim peniliti dari Amerika Serikat dan Prancis mengungkapkan, setidaknya ada 10 senyawa obat yang diyakini bisa efektif mencegah perkembangbiakan virus corona baru di dalam tubuh.

Dalam sebuah penelitian multidisiplin yang mereka lakukan, disimpulkan bahwa ada 47 senyawa yang bisa mencegah atau memblokir virus corona berinteraksi dengan protein manusia dan membuat replikasinya.

Senyawa-senyawa tersebut ternyata sudah ada dalam 10 obat yang telah disetujui, beberapa bahkan sudah menjadi andalan dalam perawatan pasien Covid-19, seperti dilansir CNA.


Penelitian yang diabstraksikan dalam jurnal Nature pada Kamis (30/4) itu menyebutkan, obat alergi termasuk clemastine, haloperiodol antipsikotik, dan obat malaria hydroxychloroquine diyakini bisa memblokir interaksi virus dengan protein.

Hydroxychloroquine yang selama ini dipuji oleh Presiden AS Donald Trump ternyata bisa berikatan dengan reseptor sel manusia, di mana virus corona tidak bisa masuk ke dalam sel.

Kendati begitu, hydroxychloroquine ternyata juga baru-baru ini diketahui bisa mengenai protein tertentu pada jaringan jantung sehingga memberi efek samping toksik, jantung berdegup.

Bukan hanya ketiga obat tersebut, tim juga menemukan, bahan kimia eksperimental, PB28 ternyata lebih kuat 20 kali dari hydroxychloroquine dalam menargetkan reseptor dengan afinitas yang jauh lebih rendah untuk protein jantung.

Hormon progesteron juga ditemukan bisa bertindak sebagai lawan virus. Itu juga yang bisa menjelaskan alasan pria tampaknya lebih rentan terhadap Covid-19 dan menderita komplikasi parah dibanding wanita.

Senyawa lainnya yang memiliki sifat antivirus adalah plitidepsin yang digunakan untuk terapi kanker eksperimental PharmaMar, Aplidin yang berbasis di Madrid yang saat ini juga sedang diuji untuk Covid-19.

“Beberapa obat dan senyawa kami berkali-kali lebih kuat daripada remdesivir, setidaknya dalam pengaturan laboratorium,” ujar penulis penelitian dari University of California, San Francisco, Nevan Krogan.

Remdesivir Gilead sendiri tampaknya bisa segera mendapatkan persetujuan regulator setelah hasil uji coba awal pada Rabu (29/4) menunjukkan obat itu terbukti bisa membantu pasien Covid-19 pulih dengan cepat.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti mengatakan akan terus menguji kandidat yang telah mereka identifikasi dan menggunakan metode yang sama untuk mempelajari biologi penyakit lebih lanjut.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya