Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Cegah Penolakan Warga, Pemkot Cirebon Didesak Sempurnakan Data Penerima Bansos

JUMAT, 01 MEI 2020 | 10:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

DPRD meminta Pemerintah Kota Cirebon meng-update data Rumah Tangga Sasaran (RTS) terdampak Covid-19 yang berhak menerima bantuan sosial. Hal tersebut perlu dilakukan agar bantuan yang didistribusikan tepat sasaran.

Demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Moh Handarujati Kalamullah, usai menghadiri Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian rekomendasi DPRD Kota Cirebon atas laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Cirebon akhir tahun anggaran 2019, Kamis (30/4).

“Pemerintah kota belum memiliki update terakhir. Warga penerima bantuan, itu siapa dan apa yang menjadi dasarnya,” ungkap pria yang akrab disapa Andru, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.


Seperti diketahui, bantuan sosial dari Pemprov Jabar untuk warga terdampak Covid-19 yang disalurkan beberapa hari lalu, telah menimbulkan sejumlah persoalan di tengah masyarakat.

Persoalan yang muncul disebabkan jumlah paket bantuan yang tidak sesuai dengan jumlah RTS yang telah diusulkan oleh RT maupun RW. Di samping itu, penyalurannya pun dinilai banyak yang tidak tepat sasaran.

Akibatnya, sebanyak 17 RW di kelurahan Pegambiran, Kecamatan Lemahwungkuk, sepakat menolak untuk menerima bantuan sosial yang disalurkan oleh Pemprov.

Sementara itu, Ketua LPM Pegambiran Untung Mulyadi menuturkan, penolakan tersebut merupakan kesepakatan yang dibuat oleh para RW untuk menghindari terjadinya keributan di tengah masyarakat.

“Bantuan yang diterima hanya untuk 31 RTS, dari 3.891 yang diajukan oleh setiap RW melalui kelurahan. Jadi penolakan tersebut merupakan kesepakatan dari para RW,” kata Untung.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya