Berita

Terminal Kampung Rambutan/Net

Presisi

Korlantas Polri: Modus Mudik Mulai Naik Kendaraan Komersil Dan Lewat Jalur Tikus

KAMIS, 30 APRIL 2020 | 22:16 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Dalam rangka mendukung larangan mudik yang telah ditetapkan oleh pemerintah, Polri telah melaksanakan Operasi Ketupat untuk melakukan penyekatan-penyekatan di sejumlah daerah.

Hal tersebut disampaikan Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Benyamin, saat berbicara dalam Focus Group Discussion (FGD) webinar dengan tema "Peran Komunikasi Massa Dalam Pengendalian Gelombang Mudik Sebagai Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19" di Jakarta, Kamis (30/4).

"Dalam enam hari terakhir ini kita sudah putar balikkan 15 ribu kendaraan yang memaksakan mudik," ujar Benyamin.


Selain itu, kata Benyamin, Polri juga membongkar berbagai modus mengakali larangan mudik.

"Baik yang dilakukan dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan komersial yang coba mengangkut penumpang mudik melalui jalur tikus," ujarnya.

Kegiatan FGD yang dibuka oleh Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol M Iqbal itu jugadihadiri sejumlah pembicara serta diikuti oleh para dosen beserta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta.

Para pembicara yang ikut menjadi narasumber dalam kegiatan FGD ini diantaranya; Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi Arif Budimanta dan Sosiolog dari Universitas Nasional, Erna Ermawati Chotim.

Dalam sambutannya, Irjen Iqbal mengatakan, bahwa langkah Polri itu semata-mata untuk melindungi masyarakat dari penyebaran pandemik Covid-19.

Dia mengingatkan, bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang melarang mudik untuk mencegah penyebarluasan Covid-19.

"Polri mengamankan kebijakan ini dengan menurunkan ribuan personilnya untuk melakukan sosialisasi dan pencegatan masyarakat yang mudik," kata Iqbal.

Pihaknya menegaskan upaya pencegahan mudik itu semata-mata dilakukan untuk melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19.

"Upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat," tegas Iqbal.

Sementara itu, sosiolog dari Universitas Nasional, Erna Ermawati Chotim mengingatkan perlunya upaya strategis untuk memastikan bahwa masyarakat dengan kesadaran sosialnya tidak melakukan mudik.

"Setelah larangan mudik, tahapan selanjutnya adalah membangun mutual understanding dari seluruh stakeholders kebijakan tersebut," tutur Erna. 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya