Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Satu Pasien Positif Covid-19 Di Pandeglang Tertular Kerabat Yang Sudah Meninggal

RABU, 29 APRIL 2020 | 18:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kasus positif virus corona baru atau Covid-19 di Kabupaten Pandeglang, Banten hingga Rabu (28/4) kembali bertambah.

Kini kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pandeglang menjadi dua orang atau bertambah satu orang. Transmisi lokal diduga menjadi penyebabnya.

Munculnya kasus baru ini berdasarkan hasil swab yang dilakukan terhadap 9 orang yang pernah kontak terhadap satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kecamatan Carita yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan meninggal pada 4 april 2020 lalu.


Penjelasan tersebut disampaikan Jurubicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pandeglang, Achmad Sulaiman, sebagaimana diberitakan Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (29/4).

"Keluarga dari PDP asal Kecamatan Carita yang meninggal pada 4 April 2020 lalu, telah  hasil swab-nya dinyatakan positif. Itu dari sembilan orang keluarga yang di swab, baru satu yang kami terima hasilnya," kata Sulaiman.

Achmad Sulaiman menjelaskan, setelah dilakukan pemantauan kepada warga yang hasil swab-nya positif itu, menunjukan gejala yang mencurigakan kearah Covid-19.

Maka dari itu, tim gugus tugas memutuskan untuk merujuk pasien tersebut ke RSUD Banten.

"Setelah diketahui ada gejala, kami langsung merujuk yang positif hasil swab-nya itu ke RSUD Banten. Untuk keluarga lainnya yang hasil swab-nya belum ada, tetap kami lakukan isolasi mandiri dirumahnya," jelasnya.

Sulaiman menduga telah terjadi transimisi lokal Covid-19 di Kabupaten Pandeglang, karena menurutnya PDP yang hasil swab-nya positif ini tidak pernah beraktivitas ke luar Pandeglang atau pergi ke zona merah.

"Dari kejadian ini, kita ketahui bahwa transmisi lokal telah terjadi di Kabupaten Pandeglang. Kita perlu tingkatkan kewaspadaan terus ikuti himbauan-himbauan yang diberikan oleh pemerintah," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya