Berita

Penangkapan residivis pengedar narkoba/Net

Presisi

Diwarnai Tembakan, Mantan Napi Bebas Asimilasi Tertangkap Edarkan Narkoba

RABU, 29 APRIL 2020 | 17:36 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Petugas unit lidik 1 Satresnarkoba Polrestabes Semarang, berhasil membekuk residivis dan napi asimilasi Lapas Kelas IIA Sragen yang baru saja keluar 25 hari lalu.

Penangkapan kurir sabu ini diwarnai tembakan ke udara beberapa kali lantaran pelaku sempat kabur dan membuang barang bukti sabu sebanyak enam paket.

Kasat Narkoba Polrestabes Semarang, Kompol R. Sihombing mengungkapan, pelaku bernama Muhamad Purnomo (38) warga Dukuh Kunir, Dempet, Kabupaten Demak, ditangkap saat berada di depan kantor BRI, Jalan Kauman Raya, Semarang Tengah, Senin (27/4) sekira pukul 21.30.


"Tersangka ini dapat vonis 4,5 tahun kasus Narkoba, baru 10 hari bebas asimilasi dari lapas Sragen. Ia kembali berulah karena menjadi kurir sabu. Dari penangkapan tersebut disita 2 gram sabu," ungkap Kompol Sihombing dilansir dari Kantor Berita RMOLJateng, Rabu (29/4).

Sementara itu, Kanit Idik 1 Satresnakoba Polrestabes Semarang AKP Eny Suprapti menambahkan, penangkapan ini bermula dari tersangka Purnomo yang hendak menjual sabu ke rekanya dan janjian di sekitar proyek di alun-alun Pasar Johar.

Setelah beberapa lama menunggu akhirnya tersangka berhasil dibekuk saat hendak bertransaksi. Begitu ditangkap pelaku sempat lari ke arah proyek. Polisi sempat memberika  tembakan peringatan beberapa kali karena tak ingin buruannya lepas.

"Dari penangkan tersebut kita dapatkan barang bukti 6 paket sabu yang disimpan di uang kertas. Rencananya akan dijual per paketnya seharga Rp500 ribu beserta sebuah HP,” ujarnya.

Sebelumnya pelaku mendapat barang dari seseorang bernama Ari Dobol yang diduga berada di sebuah lapas. Selain dikonsumsi sendiri, dari penjualan sabu tersebut ia mendapat keuntungan Rp 1 juta dari hasil penjualan sabu tersebut.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya