Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono: Kartu Prakerja Harusnya Dikelola Manajemen Tersendiri

RABU, 29 APRIL 2020 | 16:01 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Program Kartu Prakerja seharusnya dikelola oleh manajemen tersendiri yang diawasi langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Demikian saran yang dikemukakan Waketum DPP Gerindra Arief Poyuono.  

Ia mengatakan, Presiden Jokowi bisa mendelegasikannya kepada Kementerian Koordinator Perekonomian agar kinerja dari program Kartu Prakerja bisa terukur dan sampai pada masyarakat angkatan kerja baru dan buruh yang di-PHK.


“Sebab, program pemerintah dalam menyiapkan SDM untuk masuk dunia usaha dan kerja itu sifatnya lintas lembaga, departemen dan institute serta badan usaha milik negara,” ujar Arief Poyuono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/4).

Arief menilai, tidak tepat jika Kementerian Tenaga Kerja yang menangani program Kartu Prakerja. Alasannya, peserta program Kartu Prakerja tidak melulu akan dibentuk menjadi pekerja formal, tapi juga wiraswatawan yang mandiri

Misalnya peserta dari desa mendapatkan pelatihan usahawan digital online marketing atau usaha startup unicorn. Nanti, mereka bisa menjadi usahawan online untuk memasarkan produk produk dari pedesaan ke seluruh Indonesia melalui online shopping.

“Misalnya, mereka berjualan bahan jamu asli Indonesia seperti temulawak, jahe, kayu secang, kencur mebel, makanan kampung dan lainnya secara online,” ujar dia.

Sementara Kemenaker dapat membantu menyuplai data-data ketenagakerjaan, Seperti data terkait jumlah angkatan kerja baru, data perusahaan yang melakukan PHK atau perusahaan yang membutuhkan.

Terkait dana yang disediakan Rp600 ribu setiap bulan bagi peserta program ini, Arief menyarakankan pencairannya sebaiknya melalui bank-bank pemerintah.
 
“Arahkan aja ke bank BRI, Mandiri, BNI dan BTN agar bisa langsung disalurkan ke peserta by name, by addres, Peserta diwajibkan membuka rekening di bank BUMN itu sehingga mudah untuk diaudit,” tambah dia.

Arief juga menanggapi soal dana Rp5,6 triliun yang digunakan untuk membayar biaya pelatihan yang dipersoalkan sejumlah kalangan, dengan alasan rawan diselewengkan.

“Gampang kok. Tinggal ditayangkan saja penggunaan dana tersebut oleh management program Kartu Pekerja pada websitenya. Silahkan diaudit BPK serta auditor dari kantor swasta,” ujar dia.

Arief Poyuono meminta para elit parpol dan tokoh masyarakat yang terburu-buru memberi stigma negatif pada program tersebut.

“Kan ada hukum. Kalau ada penyelewengan, ada aparat hukum nanti yang menindak.. Begitu aja kok pada ribut,” ujar dia.

Arief menambahkan, masyarakat sudah lama menanti-nantikan program prakerja yan merupakan janji kampanye Presiden Jokowi pada Pilpres lalu. Masyarakat berharap program itu segera terealisasi.

“Mari kita dukung Kartu Prakerja agar cepat terealisasi. Jangan adu debat dan curiga terus bawaannya dengan programnya Kangmas Joko Widodo,” tandas Arief Poyuono.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya