Berita

Pimpinan Satgas Lawan Covid-19 DPR, Habiburokhman/ist

Politik

Jamu Herbal Diprotes, Satgas Lawan Covid-19: Jangan Asal Fitnah, Kami Hanya Menolong

RABU, 29 APRIL 2020 | 05:25 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Protes yang disampaikan sejumlah pengusaha jamu terkait distribusi jamu impor ke sejumlah rumah sakit direspons oleh Satgas Lawan Covid-19 DPR RI.

"Kami harap mereka jangan fitnah, aksi kemanusiaan anggota DPR seolah kami mempromosikan obat herbal China. Kami bukan korporasi pencari keuntungan seperti mereka," kata pimpinan Satgas Lawan Covid-19 DPR, Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4).

Pendistribusian jamu Herbavid-19 diakui Habiburokhman hanya sebagai bentuk kepedulian wakil rakyat kepada masyarakat yang terpapar corona untuk segera sembuh.


"Kami hanya menolong. Biaya produksi obat herbal tersebut dari kantong pribadi dan kami tidak mengizinkan obat herbal tersebut diperjualbelikan," sebutnya.

"Dengan demikian sama sekali tidak ada ancaman bagi perusahaan-perusahaan yang memasarkan jamu secrara komersil alias untuk mencari keuntungan," sambung politisi Gerindra ini.

Pihaknya juga merasa perlu meluruskan kabar yang menyebut obat herbal tersebut diimpor dari China. "Itu tidak benar. Herbavid-19 adalah obat herbal yang dibuat di Indonesia dan diproduksi oleh orang Indonesia," papar anggota Komisi III DPR RI ini.

Berkenaan dengan belum adanya izin daro Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hal itu diakui sedang berproses.

"Saat ini sedang berproses izin edar di Badan POM. Namun sudah konsultasi dan tidak ada bahan baku yang dilarang. Di tengah pandemik begini, kami berharap jangan ada pengusaha jamu yang hanya berpikir cari keuntungan, tapi kedepankan nilai-nilai kemanusiaan," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya