Berita

Kandang budidaya telur Lapas Kendal/Net

Nusantara

Lapas Terbuka Kendal Siap Pasok Telur Ke Seluruh Lapas Di Jawa Tengah

SELASA, 28 APRIL 2020 | 18:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Lembaga Pemasyarakatan Terbuka kelas II B Kendal siap memasok kebutuhan ayam untuk warga binaan di Lapas se-Jawa Tengah.

Budidaya ayam petelur yang dikembangkan warga binaan, Lapas Terbuka II B di Desa Wonosari Kecamatan Patebon Kendal ini, masih mampu memenuhi kebutuhan telur untuk lapas dan warga sekitar.

Kepala Lapas Terbuka kelas II B Kendal, Rus Dedi mengatakan, saat ini baru bisa menghasilkan 17 kg telur ayam sehari dari budidaya 460 ekor ayam petelur.  


"Sekarang ini jumlahnya baru 460 ekor ditambah hari ini 2 ribu ekor. Tahun ini kita targetkan memelihara 10 ribu ekor," katanya di sela-sela peresmian kandang ayam petelur pembinaan kemandirian lapas produktif Kendal, Selasa (28/4).

Dijelaskan Rus Dedi, kandang yang bisa menampung dua ribu ekor ayam petelur telah disiapkan untuk meningkatkan produksi hingga dua ribu butir perharinya.

"Adanya produksi tambahan dua ribu ayam petelur diharapkan bisa memasok kebutuhan telur ayam untuk warga binaan lapas se-karisidenan Semarang," tambahnya dilansir dari Kantor Berita RMOLJateng.

Sementara itu Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah, Marasidin Siregar mengatakan, masa pandemik Covid-19 jumlah warga binaan yang budidaya telur di lapas terbuka berkurang.

"Untuk tetap mempertahankan hasil produksi telur, pegawai Lapas disiapkan untuk mengelola budidaya ini. Setelah pandemi covid berakhir dan warga binaan yang ada di lapas terbuka ini bertambah bisa menjadi instruktur budidaya," katanya.

Menurut Marasidin pemberian bekal kepada warga binaan bertujuan agar setelah bebas para napi bisa usaha mandiri. Sebab selama di lapas terbuka mereka sudah punya bekal memelihara ayam atau bercocok tanam.

"Saya berharap hasil produksi telur Lapas Terbuka Kendal ini nantinya mampu memasok kebutuhan telur seluruh lapas se-Jateng," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya