Berita

Pembuat "Nasi Anjing"/Net

Politik

Heboh Nasi Anjing, Iwan Sumule: Miris, Ketidakberdayaan Rakyat Dipertontonkan

MINGGU, 26 APRIL 2020 | 20:25 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Heboh nasi bungkus dengan cap nasi anjing, menajdikan niat baik untuk membantu sesama dipandang keliru.

"Niat baik tapi tampaknya jadi tak baik. Walau sudah dijelaskan dalam video itu, kenapa dinamai nasi anjing," kata Ketua Majelis ProDem, Iwan Sumule di akun Twitternya, Minggu (26/4).

Dalam video yang ditautkan dalam cuitan Iwan, menampilkan seorang pria bersama beberapa orang yang membungkus nasi tersebut.


Dalam penjelasannya, semua bahan yang dipakai dipastikan halal. Nasi anjing, tidak lebih dari sekedar penamaan saja.

"Kenapa pakai nama nasi anjing, karena anjing itu setia makanya kita perlu setia pada Allah, setia kepada pemerintah, setia pada Pancasila dan UUD," ujar pria berkacamata lengkap dengan masker.

"Kenapa kita bilang itu (nasi anjing), karena porsinya lebih banyak dari nasi kucing. Nasi ini bukan untuk mengenyangkan, tetapi untuk bertahan karena kita percaya Jakarta perlu tahan banting," katanya melanjutkan.

Bagi Iwan, penjelasan tersebut bermakna besar. Bagaimana kesetiaan rakyat keapda pemerintah harus berlaku sama.

"Kesetiaan rakyat kepada pemerintah ditentukan oleh kesetiaan pemerintah kepada rakyat, (yaitu) perilaku pemimpin," katanya.

Sambungnya, hebohnya nasi anjing dan penjelasannya tidak lebih menunjukkan bahwa masyarakat tengah kesusahan. Bahkan, hanya untuk bertahan hidup.

"Miris. Ketidakberdayaan rakyat dipertontonkan. Iya gak sih?" pungkasnya terheran.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya