Berita

Silih Agung Wasesa/Net

Bisnis

Banyak UMKM Dibuat Untuk Tampung Bantuan Pemerintah, Tapi Usahanya Tidak Jalan

SABTU, 25 APRIL 2020 | 12:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Untuk menopang sektor ekonomi yang lesu akibat terdampak Covid-19, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus diberdayakan oleh pemerintah. Namun, fakta di lapangan justru berbanding terbalik.

Bagaimana tidak, banyak pihak yang menggunakan UMKM hanya untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Begitu kata Praktisi Branding Indonesia, Silih Agung Wasesa, dalam acara diskusi Populi bertajuk "Arah Bisnis dan Ekonomi Indonesia Ditengah Pandemi Virus Corona", Sabtu (25/4).


"Yang paling penting memberdayakan UMKM. Memang dilema. Ada beberapa UMKM yang memang dia bikin usaha itu hanya untuk menampung bantuan pemerintah," ujar Silih Agung Wasesa.

Bukan tanpa alasan, sambungnya, hal itu dilakukan karena program pemberdayaan UMKM masih sangat lemah. Karena itu, banyak masyarakat dan pelaku UMKM di kondisi pandemik Covid-19 seperti sekarang, hanya memanfaatkan bantuan dari pemerintah.

"Karena tahu kelemahan bantuan programnya, ya sudah diambil saja bantuannya semuanya gitu. Programnya selesai dia tutup usahanya," kata Silih Agung Wasesa.

Padahal seharusnya, bagaimana pemerintah menyiapkan rantai ekonomi agar sektor UMKM ini bisa tetap survive dan usahanya bisa terus berkembang meskipun di tengah pandemik Covid-19.  

"Contoh Selandia Baru itu bagaimana melindungi petani madu, itu luar biasa. Madu itu sama sekali tidak boleh masuk ke Selandia Baru at any reason dengan segala kualitas. Tapi kan ini persoalan bagaimana Selandia Baru menjaga rantai ekonomi petani," tuturnya.

"Jadi menurut saya sih rantai ekonomi harus dijaga sama pemerintah sebagai pemilik legalitas bukan "dikuasai" oleh pemerintah," demikian Silih Agung Wasesa.

Selain Silih Agung Wasesa, turut hadir narasumber lain dalam diskusi tersebut antara lain; pengamat ekonomi Indonesia Aviliani, Wakomtap Kadin Indonesia Erik Nainggolan, dan eks Tenaga Ahli Kemenko perekonomian Hadi Kuncoro.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya