Berita

Wakil Ketua Umum Relawan Jokowi, Mudhofir Khamid/Repro

Politik

RUU Ciptaker Klaster Ketenagakerjaan Ditunda, ReJO: Buruh Harus Punya Position Paper

SABTU, 25 APRIL 2020 | 04:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keputusan pemerintah untuk menunda pembahasan RUU Cipta Kerja (Ciptaker) klaster Ketenagakerjaan diacungi jempol oleh Relawan Jokowi (ReJo).

Wakil Ketua Umum Relawan Jokowi, Mudhofir Khamid penundaan tersebut sebagai langkah tepat di tengah bangsa yang dilanda pandemik Covid-19.

Dengan keputusan tersebut, ia pun berharap para buruh yang rajin menolak pembahasan tersebut perlu menyiapkan gagasan draft gagasan agar pemerintah benar-benar menyikapi sikap keberatan buruh terhadap omnibus law.


"Kedepanya serikat buruh juga sudah seharusnya punya konsep, gagasan dan ide sebagai bentuk penolakan tersebut. Serikat buruh harus punya position  paper sehingga nanti ada dialog dengan para pemangku kepentingan," kata Mufhofir dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (24/4).

Sebagai tokoh aktivis buruh nasional, ia berharap penundaan tersebut bisa lebih memperhatikan kesejahteraan buruh kedepannya.

"Sehingga harapanya ada jalan keluar yang terbaik bagi kesejahteraan buruh dan kelangsungan dunia usaha," sambung Mudhofir.

Ia melanjutkan, lembaga tripartit nasional yang terdiri dari wakil serikat buruh di tingkat nasional, wakil assosiasi pengusaha dan pemerintah mengedepakan dialog klaster ketenagakerjaan agar ke depan lebih diberdayakan.

"Sehingga klaster ketenegakerjaan yang dihasilkan sesuai harapan bersama. Jadi, pengusaha tidak dirugikan, begitu juga dengan buruh," pungkas Direktur Ketenagakerjaan ReJO Institute ini.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya