Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Industri Yang Beroperasi Selama PSBB Harus Gelar Rapid Test Bagi Karyawan

JUMAT, 24 APRIL 2020 | 04:52 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta industri yang tetap beroperasi selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Bodebek dan Bandung Raya untuk menggelar tes masif kepada karyawannya sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kita berusaha tentunya dengan bupati dan walikota untuk menerapkan hal itu. Karena tes, paling tidak rapid test, di perusahaan sangat penting,” kata Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Daud Achmad dalam jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (23/4).

Daud mengatakan, Pemprov Jabar mendorong pemerintah pusat memberikan insentif kepada industri supaya menggelar tes masif di tempatnya masing-masing.


“Jangan sampai sebuah perusahaan industri beroperasi, walau mendapat izin, dengan katakanlah ada 1000 karyawan, kalau misalnya ada 1 atau 2 orang positif ini dampaknya bisa menularkan kepada yang lain,” ucapnya.

Dilansir dari Kantor Berita RMOLJabar, kata Daud, sejauh ini belum ada instruksi bagi industri untuk menyiapkan ruang isolasi manakala ada karyawannya yang positif Covid-19.

“Yang jelas kalau ada salah satu karyawan terkena Covid-19, ini akan dilayani protokol kesehatan,” ujarnya.

Daud mengatakan, Pemprov Jabar untuk sementara meminta industri maupun perusahaan berunding dengan karyawan terkait gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR).

“Mengenai gaji, tidak hanya yang terkena, kita kembalikan perundingan dengan perusahaan. Kebijakan dari pusat, THR harus dibayarkan walau bisa dicicil. Industri yang tutup, kita sementara ini, kembalikan untuk berunding perusahaan dengan pekerjanya,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Ridwan Kamil mengatakan, Pemprov Jabar akan mengeluarkan Sertifikat Bebas Covid-19 bagi industri yang tetap beroperasi selama PSBB.

Untuk membuktikan bebas Covid-19, perusahaan tersebut harus melakukan tes masif terhadap semua karyawan. Perusahaan bisa beroperasi jika hasil tes menyatakan, tidak ada karyawannya yang terpapar Covid-19. Kebijakan itu menjadi salah satu solusi Pemprov Jabar agar ekonomi bisa terus berjalan.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya