Berita

Kadiv Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal (kiri) saat menyampaikan paparannya terkait PSBB/Repro

Nusantara

Masih Banyak Pelanggaran Dalam PSBB, Polri Ajak Masyarakat Kerja Sama Dan Lebih Disiplin

KAMIS, 23 APRIL 2020 | 15:14 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Polri mengakui masih banyak masyarakat yang belum memahami sepenuhnya soal pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai langkah memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Hal ini terbukti dari masih tingginya tingkat pelanggaran dalam pelaksanaan PSBB yang telah diberlakukan di sejumlah daerah,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Mohammad Iqbal, dalam sambutannya di acara Focus Group Discussion (FGD) Webiner Series di Jakarta, Rabu (22/4).

Irjen Iqbal juga mengingatkan, upaya TNI-Polri bersama pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 tidak akan optimal apabila tidak dibantu oleh masyarakat.


Diperlukan kedisiplinan dan persatuan dalam melaksanakan kebijakan pemerintah. Mulai dari mengikuti imbauan-imbauan pemerintah dan ikut serta dalam memelihara kondisi saat ini agar semakin kondusif.

“Mari kita bergotong royong untuk saling mendukung kebijakan saat ini, mudah-mudah ketenangan dan kesabaran kita saat ini akan menjadi berkah bagi kita dan bagi bangsa ini,” imbaunya.

Hal senada disampaikan dengan Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono. Dalam paparannya, Argo Yuwono menyoroti maraknya penyebaran berita Covid-19 yang justru membuat masyarakat merasa sedih dan panik.

Dia mengingatkan, kondisi ini bisa berdampak pada merosotnya imunitas masyarakat dalam menghadapi pandemik Covid-19.

"Jangan sampai masyarakat itu ketakutan melihat informasi-informasi, infonya itu yang sedih, jangan. Bagaimana kematian, itu yang ditampilkan, bukan seperti itu,” pinta Argo.

Argo juga menyoroti banyaknya penyebaran berita bohong atau hoax khususnya di media sosial di tengah gencarnya TNI-Polri dan pemerintah berupaya memutus mata rantai pandemik Covid-19 saat ini.

“Ada bermacam-macam yang diviralkan yang mengarah pada kepanikan masyarakat, jadi masyarakat biar panik. Jadi semua ditampilkan padahal belum tentu benar,” kata Argo.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu memberi contoh hoax yang menyebar terkait pandemik Covid-19. Di antaranya kecelakaan di Jakarta Pusat, tapi itu kemudian digambarkan bahwa itu adalah begal yang ada di Surabaya.

“Akhirnya masyarakat resah. Banyak itu tidak cuma satu, kemudian ini semua di-framing terus," ungkapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, mengingatkan perlunya orang-orang yang berwenang memberikan pernyataan untuk selalu siap dan bersedia untuk berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan terutama media massa.

“Keengganan untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingan akan menimbulkan kesan bahwa negara tertutup, berusaha menyembunyikan sesuatu atau tidak mempu menangani krisis,” pungkasnya.

Untuk diketahui, FGD tersebut digelar dengan melibatkan mahasiswa, dosen, pengemudi ojol, dan pelaku usaha mikro.

Mengangkat tema “Strategi Pelibatan Masyarakat Sebagai Solusi Dalam Menangkal Ancaman Kamtibmas di Masa Pandemi Covid-19", FDG ini juga menghadirkan sejumlah narasumber.

Yaitu Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Risyapudin Nursin, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono, dosen pascasarjana Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing, dan Staf Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya