Berita

PSBB dinilai efektif tekan penyebaran corona/Net

Politik

Survei Indo Barometer-RRI: Mayoritas Masyarakat Nilai PSBB Efektif Cegah Penyebaran Covid-19

KAMIS, 23 APRIL 2020 | 12:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No 9/2020 telah menetapkan Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mengantisipasi penyebaran virus corona baru atau Covid-19 di Indonesia.

Turunan dari PSBB itu mulai dari peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial budaya, pembatasan moda transportasi, dan pembatasan lain terkait pertahanan keamanan.

Terkait PSBB, sebagian besar masyarakat menilai kebijakan ini merupakan langkah yang tepat untuk menekan penyebaran Covid-19.


Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, dalam rilis survei Indo Barometer bersama RRI tentang "Survei Jurnalisme Presisi: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Mudik Lebaran", Kamis (23/4).

"Sebagian besar responden yaitu 89,5 persen menilai (PSBB) langkah yang tepat. Tapi masih ada 10 persen responden menilai PSBB langkah yang tidak tepat. Sisaya menjawab tidak tahu/tidak jawab sebesar 0,5 persen," ujar Qodari.

Dia mengurai, alasan responden menjawab bahwa Permenkes Nomor 9/2020 tentang PSBB adalah langkah yang tepat karena dinilai dapat mengurangi penyebaran virus corona.

Sebanyak 25 persen menilai efektif mengurangi penyebaran Covid-19. Sebanyak 22,8 persen menilai Covid-19 tidak semakin luas, untuk keamanan masyarakat tercatat 14,3 persen.

Kemudian, wujud perlindungan pemerintah terhadap masyarakat 10,5 persen; dapat mencegah penularan virus corona 10,5 persen; penyebaran virus corona sangat cepat 10,3 persen; agar penyebaran virus corona cepat berhenti 4,3 persen; dan mengurangi interaksi di masyarakat 2,5 persen.

"Adapun alasan responden yang menjawab PSBB adalah langkah yang tidak tepat yaitu kesulitan mencari nafkah (40,3 persen), berdampak terhadap ekonomi masyarakat (30,7 persen), kepatuhan masyarakat masih rendah (11,4 persen), kehilangan pekerjaan (8,5 persen), pendidikan, ibadah, bekerja terbatas (4 persen), harusnya lockdown menyeluruh (2,3 persen), virus corona tidak terlalu berbahaya (1,7 persen) dan bantuan pemerintah belum ada (1,1 persen)," beber Qodari.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan antara 9-15 April di tujuh provinsi di Indonesia. Yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Survei Jurnalisme Presisi ini menggunakan metode quota & purposive sampling melalui wawancara via telepon seluler dari 400 responden dengan margin of error sebesar ±4,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya