Berita

Penanganan Covid-19 di Kota Suwon, Korea Selatan/Net

Dunia

Bertindak Jauh Sebelum Punya Kasus Covid-19, Respons Kota Suwon Patut Diacungi Jempol

RABU, 22 APRIL 2020 | 17:46 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketika negara-negara lain kewalahan dalam menangani pandemik virus corona baru (Covid-19), Korea Selatan muncul sebagai role model dalam merespons krisis.

Keberhasilan Korea Selatan dalam hal penanganan wabah Covid-19 tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah untuk melakukan mitigasi. Salah satu contohnya adalah Kota Suwon.

Kota yang terletak di Provinsi Gyeonggi-do ini terbukti memiliki repons penanganan Covid-19 yang paling baik di Korea Selatan. Respons Pemerintah Suwon dilakukan bahkan jauh sebelum kota itu memiliki kasus infeksi yang dikonfirmasi.


"Suwon adalah pemerintah daerah terbesar di Korea yang memimpin perjuangan melawan Covid-18 dengan tanggapan pencegahan yang aktif," ujar pejabat Kota Suwon, Kim Hye-jung kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (22/4).

Misalnya pada 22 Januari, pemerintah kota membuat Markas Penanggulangan Bencana dan mulai beroperasi pada 28 Januari yang terletak di alun-alun kota. Markas tersebut langsung dikepalai oleh Walikota Yeom Tae-young dengan 10 tim yang aktif menangani Covid-19.

Tugas dari markas tersebut adalah sebagai tanggapan dan manajemen darurat penanggulangan Covid-19, membuat pedoman terkait Covid-19, menangani tindakan khusus bagi warga yang rentan terhadap Covid-19 (lansia, anak-anak, orang sakit), hingga memberi informasi terkini terkait dengan Covid-19.

Setiap waktunya, markas tersebut juga melakukan upaya pencegahan infeksi virus corona di masyarakat seperti penyemprotan disinfektan, pembagian masker, investigasi epidemi, hingga melacak para pelancong yang datang.

Itu semua dilakukan hanya sepekan setelah Korea Selatan mengonfirmasi kasus pertamanya pada 20 Januari. Sementara Kota Suwon mengonfirmasi kasus pertamanya pada 2 Februari.

Kasus pertama tersebut melibatkan seorang pria warga Korea berusia 43 tahun yang pulang dari Kota Wuhan, episentrum wabah virus corona.

Setelah mendapatkan kasus pertamanya, pemerintah kota langsung bergerak cepat, melakukan pelacakan. Siapa pun yang terbukti melakukan kontak dengan pasien Covid-19, maka akan dikarantina secara mandiri. Namun, pemerintah juga menyediakan fasilitas karantina di Suwon Youth Hostel.

Fasilitas karantina di Suwon Youth Hostel mulai beroperasi pada 18 Februari. Fasilitas tersebut memiliki 32 ruangan dengan satu ruang informasi dan satu ruang tenaga medis.

Orang yang bisa melakukan karantina mandiri di Suwon Youth Hostel adalah seorang anggota keluarga dari pasien Covid-19, orang terdekat dari pasien Covid-19, dan suspect yang diharuskan melakukan karantina.

Mereka yang dikarantina akan berada dalam satu ruangan per orang selama 14 hari. Bagi anak-anak di bawah 12 tahun atau orang dengan disabilitas harus didampingi oleh pihak lain.

Selama dua kali sehari, akan ada pengecekan suhu tubuh dan tes diagnosa. Setiap pintu masuk dan berbagai tempat di gedung tersebut pun selalu disemprot disinfektan.

Terkait dengan perizinan, pemerintah Kota Suwon juga sudah mendapatkan persetujuan dari warga setempat, yaitu Seodun-dong pada 14 Februari, terkait dengan adanya fasilitas karantina Suwon Youth Hostel.

Hingga 30 Maret, sudah ada 49 orang yang dikarantina di Suwon Youth Hostel di mana 17 orang di antaranya masih dikarantina dan 32 lainnya sudah pulang.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korea Selatan, pada Rabu, tidak ada peningkatan kasus baru di Provinsi Gyeonggi-do.

Ada pun hingga hari ini, jumlah infeksi di Provinsi Gyeonggi-do sebanyak 658 kasus atau terbanyak ketiga di Korea Selatan. Kendati begitu, lebih dari setengahnya, yaitu 404 orang telah dinyatakan pulih, meski 14 orang meninggal dunia.

Secara keseluruhan, Korea Selatan memiliki 10,694 kasus dengan 2.179 orang masih dalam karantina. Sementara itu, 238 orang di Korea Selatan meninggal dunia akibat Covid-19.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya