Berita

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un/Net

Dunia

Ini Rencana Darurat Amerika Untuk Kemungkinan Terburuk Kondisi Kim Jong Un

RABU, 22 APRIL 2020 | 17:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kesehatan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dikabarkan semakin memburuk.

Walau kemudian pemerintah Korut membantah hal itu, namun laporan intelijen Amerika Serikat (AS) mengklaim kesehatan Kim Jong-un dalam kondisi kritis pasca-operasi kardiovaskular.

Pemerintah AS menyiapkan rencana darurat jika pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninggal.


Kemungkinan krisis kemanusiaan besar di Korea Utara dapat mengakibatkan jutaan orang kelaparan dan eksodus massal pengungsi Korea Utara ke China, menurut intelijen AS tersebut.

Sumber-sumber intelijen mengatakan bagian dari rencana itu akan sangat bergantung pada intervensi China dan membantu mengelola situasi di lapangan di dalam Korea Utara, melansir Fox News, Rabu (22/4).

Disebut-sebut Kim Jong-un  sedang dalam masa pemulihan dari operasi 12 April di sebuah villa daerah resor di pantai timur. Laporan itu mengatakan Kim Jong-un dioperasi setelah kesehatannya memburuk karena merokok berat, obesitas, dan terlalu banyak bekerja.

Sumber intelijen AS mengatakan ada kekhawatiran kesehatan Kim Jong-un memburuk, meski laporan ini belum kredibel.

Spekulasi muncul tentang kepemimpinan Korea Utara berdasarkan kehadiran di acara-acara penting negara. Kim Jong-un tidak sehat sejak 15 April setelah dia tidak menghadiri acara peringatan terpenting Korea Utara, hari ulang tahun kakeknya Kim II Sung, laporan itu menyebutkan.

Kim Jong-un sebelumnya memimpin pertemuan pada 11 April yang membahas pencegahan virus corona. Saat itu ia menunjuk saudara perempuannya sebagai anggota pengganti biro politik Partai Pekerja yang berkuasa.

Gedung Putih juga telah mengetahui laporan kesehatan Kim, tetapi belum ada konfirmasi tentang kondisinya. Satu sumber mencatat bahwa selama pertemuan terakhir Kim Jong-un dan Donald Trump, orang asing yang dekat dengan Kim Jong-un melihat Kim bernapas sangat berat untuk orang seusianya.

Penasihat Keamanan Nasional AS Robert O'Brien mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih bahwa pemerintah sedang memantau laporan kondisi Kim Jong-un.

"Korea Utara adalah masyarakat yang sangat tertutup, tidak ada pers yang bebas di sana, mereka sangat mengalihkan informasi yang mereka berikan ke publik, termasuk kesehatan Kim Jong-un," kata O'Brien.

Namun, O’Brien meyakini AS memiliki banyak orang hebat, yang bisa memantau keamanan AS dari segala macam bahaya, baik bahaya virus corona maupun bahaya ancaman dari luar, termasuk mengawasi Korea Utara.

Jika kemudian Kim Jong-un harus absen karena masalah kesehatan atau mungkin meninggal, tidak bisa dipastikan apa yang akan terjadi pada negara itu.

Beberapa ahli meyakini saudara perempuannya, Kim Yo Jong, akan menjadi pengganti Kim Jong-un. Itu jika pemilihan berdasarkan dinasti.

Namun, kemungkinan adalah Choe Ryong Hae yang saat ini menjabat sebagai Presiden Majelis Rakyat.

Choe hingga kini menjadi orang kepercayaan Kim Jong-un.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya