Berita

Ilustrasi demo buruh/Net

Politik

Tetap Turun Ke Jalan, Buruh: Selain Terancam Corona, Masa Depan Kami Bisa Mati Karena Omnibus Law

SELASA, 21 APRIL 2020 | 18:44 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ribuan buruh di Sumatera Utara akan tetap turun ke jalan pada peringatan hari buruh internasional (may day). Dalam agendanya, mereka akan tetap menyerukan penolakan omnibus law yang tetap dibahas oleh DPR RI di tengah pandemik Covid 19 serta Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo menyampaikan, aksi turun ke jalan akan dilakukan pada 30 April 2020 dan dipusatkan di Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Kantor DPRD Sumut.

Mereka kecewa dengan pemerintah pusat dan DPR RI karena di saat perintah berkumpul dan diam di rumah, para wakil rakyat justru membahas pengesahaan RUU Cipta Kerja yang ditolak para buruh.


“Buruh sedang hadapi kematianya. Selain risiko terpapar corona, kami juga bisa mati masa depan jika omnibus law disahkan, kami kesal dengan DPR RI dan pemerintah yang sengaja mencari kesempatan di wabah yang sedang kita hadapi ini,” jelas Willy dilansir Kantor Berita RMOLSumut, Selasa (21/4).

Dalam aksi nantil, massa juga kemungkinan bukan dari elemen FSPMI saja, melainkan banyak elemen organisasi buruh lainnya mengingat aksi ini akan dilaksanakan serentak di seluruh wiayah Indonesia yang berpusat di Jakarta.

Agendanya pun tak jauh dari sebelumnya, yakni menolak omnibus law, PHK, dan merumahkan buruh dengan alasan corona.

“Massa buruh ribuan, berasal dari Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Labuhan Batu dan Tabagsel, besok surat pemberitahuan aksi akan kita layangkan ke Polda,” sebutnya.

Terkait imbauan dan maklumat Polri yang melarang aksi dan perkumpulan massa saat pandemik Covid-19, Willy mengatakan pihaknya tetap akan menjaga sistem keamanan kesehatan bagi para peserta aksi, seperti memakai sarung tangan dan memakai masker serta mengatur jarak peserta aksi.

“Kami juga berjuang melawan corona, tapi kami juga akan melawan bila pemerintah memaksakan pengebirian dan pemiskinan hak kaum buruh sampai ke anak cucunya,” tandas Willy.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya