Berita

Aktivis kemanusiaan Natalius Pigai/Net

Politik

Natalius Pigai: Melarang Mudik Tanda Tak Mampu Mengatur Rakyat!

SELASA, 21 APRIL 2020 | 15:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keputusan Presiden Joko Widodo melarang kegiatan mudik lebaran (pulang kampung) di tengah wabah virus Covid-19 dikritisi oleh aktivis kemanusiaan Natalius Pigai.

Bagi Pigai, tradisi mudik menjelang hari raya umat Islam itu sudah melekat dan tidak bisa dipisahkan.

"Mudik itu tradisi yang inheren dalam religiusitas pribadi, seperti jenggot, serban, salib, sinterklas," kata Natalius Pigai di akun Twitternya, Selasa (21/4).


Ia menjelaskan, negara tidak bisa melarang warganya untuk melakukan mudik. Alih-alih melarang, hal yang seharusnya dilakukan pemerintah, terlebih kepala negara adalah mengatur dan menata mengenai forum internum agama, mengingat agama merupakan hak individu.

"Tapi (Negara) baru boleh larang forum externum/interfaith yang membahayakan. Larang tanda tidak mampu mengatur rakyat," tandas mantan Komisioner Komnas HAM ini.

Larangan mudik ditegaskan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Bogor secara virtual hari ini. Bahkan Menteri Perhubungan Ad Interim, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan ada sanksi tegas kepada masyarakat yang nekat pulang kampung di tengah wabah Covid-19.

"Ada sanksi-sanksinya. Namun bentuk penerapan sanksi yang sudah disiapkan akan efektif mualai 7 Mei," kata Menteri Luhut.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya