Berita

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin/Net

Politik

Apakah Pemerintah Sedang Nyari Untung Di Saat Minyak Dunia Anjlok?

SELASA, 21 APRIL 2020 | 12:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Anjoknya harga minyak mentah dunia, seharusnya diikuti oleh kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia turun. Sebab, acap kali pemerintah menggunakan dalil harga minyak dunia saat menaikkan harga BBM dalam negeri.

Begitu kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (21/4).

"Harusnya jika harga minyak dunia turun. Harga minyak di Indonesia juga harus turun. Bukankah pemerintah, akan menaikan harga minyak di Indonesia jika harga minyak dunia naik?" kata Ujang Komarudin.


Harga minyak acuan AS West Texas Intermediate (WTI) anjlok ke level negatif atau berada di bawah 0 dolar AS per barel per Senin (20/4).

Sementara mengutip Financial Times, Selasa (21/4), harga minyak acuan WTI untuk pengiriman Mei 2020 sempat anjlok 250 persen ke level -40,32 dolar AS per barel.
Sejurus dengan itu, direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini mempertanyakan apakah pemerintah sedang mencari untung sehingga belum menurunkan harga BBM.

Padahal penurunan harga BBM di saat pandemik virus corona baru atau Covid-19 bisa membantu masyarakat meningkatkan daya beli dan roda ekonomi perlahan bergerak.

"Bisa saja pemerintah sedang nyari untung. Selisih harga minyak tersebut untuk menambal defisit APBN. Atau bisa juga untuk mengumpulkan uang untuk membayar bunga utang," demikian Ujang Komarudin.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya