Berita

Bambang Widjojanto/Net

Politik

Kontroversi Pembebasan Napi, BW: Mereka Perlu Makan, Tapi Tak Ada Kerjaan

SENIN, 20 APRIL 2020 | 12:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kebijakan pembebasan lebih dari 30 ribu narapidana oleh Kemenkumham terus menuai polemik. Kebijakan yang dikeluarkan dalam rangka mencegah penyebaran virus corona ini seperti buah simalakama.

Di satu sisi, kebijakan ini bertujuan menghindari kerumunan orang di Lapas yang over capacity yang memicu potensi penyebaran corona. Di sisi lain para napi yang sudah bebas ini berpotensi berulah kembali. Terutama karena tak adanya lapangan pekerjaan yang disiapkan bagi para napi ini.

Demikian disampaikan mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, melalui akun Twitter pribadinya beberapa saat lalu, Senin (20/4).


"Musim Covid-19 berbuah Simalakama. Kebijakan bebaskan Napi agar Covid-19 tak nyebar di LP menuai masalah. Sebagian Napi beraksi lagi," kata Bambang Widjojanto.

Menurut pria yang karib disapa BW ini, para napi yang kembali berulah itu adalah hal yang wajar. Lantaran tidak adanya lapangan pekerjaan yang disiapkan. Pandemik Covid-19 ini justru memunculkan banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Napi perlu makan, tapi tak ada kerjaan," ujarnya.

BW menilai, kebijakan yang diteken oleh Menkumham Yasonna Laoly itu pada akhirnya menimbulkan kekhawatiran baru bagi masyarakat di tengah pandemik Covid-19 ini.

Bagaimana tidak, selain harus mengantisipasi penularan wabah virus, masyarakat juga harus siaga dari potensi ancaman kriminal.

"Rakyat kian waswas. Harus lawan Covid-19 & rasa tak aman," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Legislator Nasdem: Bukan Hal Sulit bagi Polri Kejar Spam Judol

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:57

Aksi Dramatis Anggota TNI Selamatkan Balita dari Cengkeraman Paman Sakau

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:45

Sempat Lolos OTT KPK, Bos PT MSA Fika Nur Alawi Resmi Pakai Rompi Oranye

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35

Lagu ‘Mas Bahlil Ganteng’ Berdampak Positif terhadap Citra Golkar

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10

Cak Imin Pastikan Sekolah Rakyat Sukoharjo Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Kamis, 02 Juli 2026 | 19:07

Telkom Akses Perkuat Kompetensi SDM Digital di Daerah 3T

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:48

Aliansi Kontraktor Geruduk Sudin PRKP Jakut Gegara Dugaan Monopoli Proyek

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:41

Peresmian Kantor UN Tourism Kukuhkan Spanyol di Garda Terdepan Multilateralisme

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:30

Kejagung Endus Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Korupsi MBG

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:25

Baru Tiga Bulan Menjabat, Dirut Pos Indonesia Mundur

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:21

Selengkapnya