Berita

Politisi PDIP Darmadi Durianto/Net

Politik

Politisi PDIP: Ada Gurita Bisnis Di Lingkaran Istana, Stafsus Milenial Jangan Dibinasakan Tapi Dibina

MINGGU, 19 APRIL 2020 | 15:05 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keberadaan Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo diharapkan tidak dipengaruhi oleh kelompok-kelompok kepentingan yang ada di lingkaran istana.

Hal itu ditekankan berkenaan dengan adanya polemik dugaan konflik kepentingan Stafsus milenial, seperti keterlibatan Ruangguru sebagai mitra pemerintah dalam program Kartu Prakerja, di mana Ruangguru merupakan perusahaan rintisan milik Stafsus Adamas Belva Syah Devara.

Kemudian Stafsus Andi Taufan Garuda Putra yang 'menitipkan' perusahaanya, PT Amartha Mikro Fintek ikut program Relawan Desa Lawan Covid-19.


"Stafsus milenial dibina jangan dibinasakan, mereka adalah aset bangsa. Mereka kaya ilmu pengetahuan, hanya saja masih miskin pengalaman, apalagi pengalaman politik. Saya berharap senior-senior jangan seret mereka ke lembah hitam," kata politisi PDIP Darmadi Durianto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4).

Sebaliknya, kata dia, para tokoh yang terlebih dahulu terjun di dunia perpolitikan mengajarkan moral yang baik, dan berusaha menghindarkan para juniornya tersebut dalam konflik kepentingan.

Tak hanya itu, Darmadi juga mendesak agar stafsus milenial itu berani mengubur syahwat bisnisnya ketika sudah berada di pemerintahan. Mereka harus bisa membedakan mana kepentingan bisnis dan kepentingan negara.

"Ada gurita bisnis di lingkaran istana. Sebaiknya perusahaan-perusahaan mereka mundur dari proyek-proyek pemerintah, seperti Ruangguru, Amartha dan sebagainya. Biarkan bisnis mereka berkembang secara alami. Mereka harus sadar bahwa mereka adalah pejabat publik," tegas anggota Komisi VI DPR itu.

Di sisi lain, ia berpandangan polemik yang dialami Stafsus milenial bukan pada pelanggaran hukum, melainkan lebih kepada buurknya moral bisnis.

"Sekolah boleh tinggi dan terkenal di luar negeri, tapi minim pengalaman. Pokoknya jangan terjebak dan tergiur uang-uang yang diperoleh dari cara yang salah," tandasnya.

"Jangan terbuai kejar keuntungan besar karena jadi pejabat publik. Tapi andalkan pada kompetensi berbisnis. Mari kita selamatkan mereka," pungkasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya