Berita

Proses pemakaman jenazah korban Covdi-19/Net

Kesehatan

Jangan Salah Sangka, Jenazah Dibungkus Plastik Berlaku Bagi Pasien Covid-19 Hingga HIV/AIDS

SABTU, 18 APRIL 2020 | 16:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jurubicara pemerintah untuk penanganan virus corona baru (Covid-19) Achmad Yurianto, mengajak masyarakat untuk tidak salah sangka terkait tata laksana jenazah yang dibungkus plastik dan dimasukan ke dalam peti.

Sebab dirinya mendapatkan informasi, banyak masyarakat yang mengira bahwa jenazah dengan penatalaksanaan seperti itu adalah jenazah Covid-19 saja.

"Sebenarnya tidak ada alasan untuk menolak jenazah ini. Baik secara medis maupun secara agama,"ujar Achmad Yurianto dalam jumpa pers virtual yang digelar di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (18/4).


Menurut Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes ini, protokol atau tata cara pengiburan jenazah seperti itu, bukan hanya berlaku untuk pasien Covid-19 yang meninggal. Akan tetapi juga diberlakukan kepada pasien penyakit menular lainnya  

"Bahwa jenazah yang dimakamkan dengan tata laksana pada pengelolaan penyakit menular, itu belum pasti jenazah Covid. Yang ada di dalam organisasi profesi adalah penatalaksanaan jenazah berpenyakit menular," paparnya.

Beberapa penyakit menular yang disebutkan Achmad Yurianto ialah, HIV/AIDS, Hapatitis B, Ebola hingga Difteri. Sehingga, standar teknis baku yang dilaksanakan di dunia kesehatan untuk penguburan penyakut ini sama dengan Covid-19.

"Pastikan tidak akan ada cairan sedikit pun yang keluar kepada lingkungan dari jenazah itu. Kita bungkus dengan plastik dan kemudian kita yakin kan di dalam peti yang sudah kedap juga, dan dengan ditambahkan antiseptik yang cukup," bebernya.

Dengan demikian, ia memohon ke masyarakat, agar tidak menolak pemakaman jenazah dengan penatalaksanaan penguburan yang mirip dengan penanganan jenazah Covid-19.

"Oleh karena itu bukan dimaknai bahwa semua jenazah yang dimakamkan dengan prosedur jenazah dengan penyakit menular, selalu dianggap Covid-19," ungkap Achmad Yurianto.

"Kasus yang kita sampaikan terkait dengan meninggal karena Covid itu adalah kasus yang meninggal dengan konfirmasi laboratorium positif," pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya