Berita

Politisi Gerindra, Habiburokhman/Net

Politik

Habiburokhman Gerindra: Negara Kita Memang Lagi Susah, Ayo Perbanyak Sedekah!

SABTU, 18 APRIL 2020 | 15:06 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Negara sedang kesulitan mengantisipasi dampak virus corona baru atau Covid-19, terutama pada sektor ekonomi, meskipun anggaran triliunan telah digelontorkan pemerintah.

Karenanya, semua pihak diharapkan saling bekerjasama dan bahu membahu untuk menghadapi pagebluk Covid-19 di Tanah Air.

Begitu kata Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman dalam cuitan akun Twitter pribadinya beberapa saat lalu, Sabtu (18/4).  


"Negara kita memang sedang susah, enggak ada waktu untuk saling serang. Ayo perbanyak sedekah!!! Kita bantu saja mereka yang lemah, sebisa kita! Cocok?," kata Habiburokhman.

Mulanya, Politisi Gerindra ini menyoroti perdebatan publik soal pemberian bantuan dari Pemprov DKI Jakarta untuk warga kurang mampu berupa paket sembako, yang jika dirupiahkan besarannya sekitar Rp 150 ribu per minggu. Dengan, kebijakan pemerintah melalui Kemensos RI yang memberikan bantuan kepada masyarakat Rp 600 ribu per bulan.

Menurut Habiburokhman, semuanya itu tetap masih dirasa kurang untuk menghadapi wabah Covid-19 dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti saat ini.

"Sembako Rp 150 ribu/minggu dari DKI dan Rp 600 ribu/bulan dari Kemensos memang kagak cukup untuk survive selama PSBB," kata Habiburokhman.

"Negara kita memang sedang susah, enggak ada waktu untuk saling serang. Ayo perbanyak sedekah!!! Kita bantu saja mereka yang lemah, sebisa kita! Cocok?," imbuhnya menegaskan.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya