Berita

Foto:Net

Politik

KNPI: Pemerintah Jangan Ragu Apalagi Takut Turunkan Harga BBM

SABTU, 18 APRIL 2020 | 11:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) meminta pemerintah untuk segera menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya untuk jenis Premium, Pertalite dan Pertamax.

Hal ini mengacu pada harga minyak mentah dunia yang turun drastis. Sehingga, pemerintah melalui Pertamina seharusnya melakukan penyesuaian dan meringankan beban rakyat ditengah pandemi.

Dewan Pengurus Pusat KNPI melalui Ketua Bidang Energi, Muhammad Chairul Basyar, mengatakan, penurunan harga BBM bukan saja meringankan beban pengguna, hal itu bisa memberi pengaruh besar bagi masyarakat.


"Turunnya harga kebutuhan rumah tangga dan bahan pokok, akan sangat membantu rakyat di tengah bencana Covid-19," tutur mantan aktivis HMI ini, Sabtu (18/4).

"Kita paham, pemerintah dilema dengan pilihan menurunkan harga BBM atau tidak. Jika harga BBM diturunkan, harganya pasti akan sulit untuk menaikkannya dikemudian hari saat harga minyak dunia stabil lagi," ungkap Chairul menambahkan.

Namun, jelas Chairul, publik sudah paham, harga minyak dunia pasti akan stagnan melihat kondisi seperti saat ini. Saat OPEC dan produsen minyak lain yakni Russia, Meksiko dan lain-lain sepakat memangkas produksi 10 persen untuk menjaga harga.

Tapi, tambah Chairul, pasar sering melihat mereka kadang tidak disiplin. Terus permintaan global juga anjlok. Tidak akan naik signifikan. Harapan mereka hanya menunggu musim dingin nanti.

"Jika vaksin corona belum ditemukan, musim dingin nanti bisa-bisa kasus melonjak lagi. Jadi, harga minyak bisa-bisa tidak akan pulih," tegas pria yang disapa Ilung ini.

"Jadi, kalau negara mau adil ke rakyatnya, ya harga BBM harus turun. Hal ini sangat menolong rumah sakit, para petani, nelayan, buruh dan lain-lain," tambahnya.

Sebenernya, jelas Chairul, pemerintah melalui Ahok atas nama Pertamina sudah memberikan kebijakan setengah hati dengan memberikan diskon 50 persen hanya untuk supir ojek online.

"Lalu harga BBM murah untuk rakyat kecil lain bagaimana? Untuk petani, buruh, pekerja informal, perawat rumah sakit, dan rakyat wong cilik lainnya?" tegasnya.

Chairul menegaskan, urusan membantu rakyat di tengah wabah corona harus totalitas, tanpa ada embel-embel 'politis'.

"Jangan takut menurunkan harga BBM karena takut susah naik lagi di kemudian harinya dan akan berimbas pada kondisi politik penguasa," tutup Chairul.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya