Berita

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira/Net

Politik

Pilih Berutang Tenor 50 Tahun, Ekonom: Kenapa Enggak Sumbang Gaji Presiden, Wapres Dan Stafsus Milenial, Solidaritasnya Mana?

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 17:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Solidaritas sosial dari semua pihak perlu dilakukan tanpa terkecuali dalam menangani pandemik virus corona baru atau Covid-19, tak terkecuali untuk presiden sekalipun.

Hal ini penting mengingat stimulus dan realokasi anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk penanganan Covid-19 dirasa masih kurang.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada sikap solidaritas yang benar-benar ditunjukkan pemerintah pusat.


"Tidak ada solidaritas yang ditunjukkan pemerintah pusat. Saya enggak ngerti kenapa gaji presiden, wakil presiden, stafsus milenial tidak disumbangkan. Misalkan 50%-60% untuk penanganan Covid-19," ujar ekonom Indef, Bhima Yudhistira dalam diskusi bertajuk 'Mencegah PHK Massal, Menyelamatkan Ekonomi Nasional' melalui telekonferensi, Jumat (17/4).

Menurut Bhima, usulan pemotongan gaji presiden dan wakil presiden hingga para stafsusnya bisa menjadi salah satu opsi antisipasi penanganan wabah Covid-19 di tanah air dibanding harus utang ribuan triliun dengan global tenor hingga 50 tahun sebagaimana dilakukan Menkeu, Sri Mulyani.

"Utang 1.006 triliun itu adalah penerbitan utang yang paling besar dalam sejarah satu tahun fiskal. Artinya pada akhir 2020, utang pemerintah, belum termasuk swasta akan menjadi Rp 6.500 triliun dan Bu Sri Mulyani ngotot untuk penerbitan global dengan tenor 50 tahun sampai 2070," sambungnya.

Hal ini tentu akan menjadi beban generasi penerus hingga 70 tahun ke depan.

"Jadi apa enggak ada opsi lain? Saya kira ada beberapa opsi yang mungkin bisa diperjuangkan. Utang itu opsi yang paling akhir setelah melakukan relokasi-relokasi anggaran yang memang signifikan. Tapi itu tidak dilakukan di Indonesia," tandasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya