Berita

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil/Net

Politik

Survei SMRC: Lebih Dari 50 Persen Warga Jabar Nilai Ridwan Kamil Lambat Tangani Covid-19

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 16:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) telah merilis hasil survei bertajuk “Wabah Covid-19” secara online, Jumat (17/4).

Survei tersebut merekam bahwa penilaian warga mengenai tingkat kecepatan pemerintah pusat dalam menangani wabah virus corona baru atau Covid-19.

Terekam bahwa sebanyak 52 persen responden mengaku pemerintah telah bekerja cepat dan sangat cepat. Sementara 41 persen menilai pemerintah masih lambat atau sangat lambat.


Survei ini juga merekam penilaian masyarakat terhadap tingkat kecepatan pemerintah provinsi menangani masalah Covid-19.

Hasilnya, Jawa Tengah menjadi provinsi paling cepat. Daerah yang dipimpin Ganjar Pranowo itu dinilai 73 persen responden dari wilayahnya sudah cepat menangani virus dari Wuhan, China tersebut.

Sementara itu, sebanyak 62 persen responden dari DKI menilai Gubernur Anies Baswedan sudah cepat. Sementara 58 persen dari Jawa Timur menilai Khofifah Indar Parawansa juga sudah bergerak cepat.

Hak berbeda ditunjukkan di Jawa Barat. Di mana hanya 49 persen responden dari Jabar yang menilai Ridwan Kamil cepat. Jumlah itu sekaligus menjadi yang paling kecil di antara daerah lain yang disurvei SMRC.

Artinya, masih ada 51 persen warga Jabar yang menilai Ridwan Kamil masil lambat atau sangat lambat dalam survei.

Survei ini dilakukan pada 9 hingga 12 April 2020 terhadap 1.200 responden yang diwawancarai melalui telepon yang dipilih secara acak. Adapun dengan margin of error survei adalah 2,9 persen.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya