Berita

Stafsus Milenial Jokowi tengah dapat sorotan tajam/Net

Politik

Kembalikan Kepercayaan Publik, Stafsus Milenial Harus Mampu Buat Inovasi Kebijakan

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 12:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Tindakan Staf Khusus Presiden, Andi Taufan Garuda Putra yang menyurati camat seluruh Indonesia untuk 'menitipkan' perusahannya, PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), dalam program Relawan Desa Lawan Covid-19 membuat publik geleng-geleng kepala.

Banyak kalangan yang menilai perbuatan Staf Khusus Milenial ini kelewat batas karena melampaui kewenangan yang dimilikinya.

Menurut pengamat politik, Arya Fernandes, dalam situasi yang krusial seperti sekarang, seluruh stafsus milenial harus berhati-hati dalam menyampaikan pendapat dan membuat kebijakan strategis.


"Pertimbangan hukum dan analisis politik harus dipertimbangkan, karena bila blunder tentu akan mempengaruhi konfigurasi politik pada level nasional," ucap Arya, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/4).

Ditambahkan Arya, meskipun efeknya tidak langsung ke Presiden Jokowi, tapi cepat atau lambat akan mempengaruhi penilaian publik. Karena ini terjadi di lingkaran dalam Istana.

Untuk mengembalikan kepercayaan publik, para stafsus milenial yang telah beberapa kali blunder ini diminta segera mendorong inovasi kebijakan.

"Saya kira, mereka punya pengalaman membangun startup. Kebijakan inovasi tersebut harus menjadi ciri khas kebijakan/program Jokowi. Dengan begitu orang akan percaya kembali," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya