Berita

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, mengimbau warganya dengan menggunakan Bahasa Madura/Repro

Nusantara

Kembali Imbau Warganya, Walikota Surabaya Pilih Gunakan Bahasa Madura

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 10:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Walikota Surabaya Tri Rismaharini tak henti mengimbau warganya untuk terus menjaga kebersihan dan menjaga jarak dalam mencegah penyebaran virus corona baru (Covid-19). Agar lebih efektif dan mudah dipahami, Risma pun menyampaikan imbauan dengan menggunakan bahasa Madura.

Penyampaian imbauan semacam ini hampir jarang dilakukan, namun di tengah wabah Covid-19 ini, ia pun menyampaikan imbauan dengan Bahasa Madura supaya penyampaiannya lebih efektif dan familiar.

Dengan menggunakan bahasa Madura, ia menyampaikan bahwa saat ini di hampir semua dunia sudah terinfeksi pandemik Covid-19, jika hal ini tidak ditangani dengan baik, maka akibatnya akan menyebabkan kematian.


Oleh karena itu, ia mengajak kepada semua warga Kota Surabaya, khususnya orang Madura yang ada di Kota Surabaya untuk melakukan saran dari para ahli kesehatan, yaitu:

Pertama, harus selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan. Yang paling penting, tangan yang sangat gampang menularkan penyakit Covid-19.

Ia juga meminta untuk memakai barang-barang pribadi. Dia mencontohkan apabila menggunakan sisir orang lain yang sudah terjangkit Covid-19, maka penyakit itu (Covid-19) bisa gampang menular.

Kedua, diminta untuk menjaga jarak minimal 2 meter. Diminta juga untuk memakai masker, karena kalau pakai masker tidak gampang menularkan orang-orang yang ada di sekelilingnya.

Ketiga, sekarang kalau memasak makanan harus matang 100 persen, direbus atau digoreng harus 100 persen matang, sehingga sekarang sudah tidak boleh setengah matang.

Keempat, para tokoh agama mulai dari Majelis Ulama Indonesia, para Ketua Gereja, Pendeta, Pastur, dan juga Ketua Wihara dan Pura meminta untuk melakukan ibadah di rumah saja, sebab ini untuk menghindarkan penularan atau pun tertular dari teman atau saudara.  

Dalam imbauan tersebut, Risma juga menyampaikan bahwa sebentar lagi sudah mau memasuki bulan Ramadhan, para ulama menganjurkan kepada semuanya untuk tidak menggunakan tempat ibadah terlebih dahulu, seperti masjid dan surau, karena resiko tertularnya sangat tinggi.

“Makanya saya meminta ibadah shalat tarawih di rumah saja, sementara tidak usah ke masjid dulu, mari kita mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Risma dalam keterangan resmi yang diterima Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (16/4).

Di samping itu, ia juga meminta kepada semuanya untuk bersama-sama berdoa kepada Tuhan yang maha pengabul doa, agama apa saja, mari memohon ampunan dan memohon supaya Covid-19 ini bisa segera selesai.

“Supaya kita semua bisa hidup normal kembali. Terimakasih banyak,” imbuhnya.

Sementara itu, Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, M Fikser mengatakan, imbauan dengan menggunakan Bahasa Madura ini merupakan salah satu upaya atau ikhtiar yang dilakukan Risma dalam mensosialisasikan sosial distancing.

Menurutnya, hal ini sangat penting untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Nah, salah satu upayanya adalah dengan menyampaikan imbauan menggunakan Bahasa Madura,” kata Fikser.

Menurut Fikser, diketahui bersama bahwa Kota Surabaya terdiri dari berbagai etnis atau multi etnis. Salah satu etnis yang cukup besar di Kota Surabaya adalah etnis Madura.

“Jadi, ada kawasan-kawasan di mana saudara-saudara kita itu bertempat tinggal. Nah, dengan penjelasan Bahasa Madura tentang bahaya Covid-19 dan apa yang harus dilakukan untuk mencegahnya, makanya Bu Wali menerjemahkannya ke dalam Bahasa Madura dan ibu membacakan sendiri dan direkam,” kata dia.

Nantinya, rekaman itu akan disebarkan ke lokasi-lokasi yang menjadi tempat tinggal orang Madura di Surabaya. Salah satunya di Surabaya Utara dan di perkampungan-perkampungan padat penduduk dan mayoritas dihuni oleh saudara-saudara orang Madura.

“Nanti akan pakai pengeras suara atau selebaran atau apalah nanti, kita akan sosialisasikan itu kepada saudara-saudara kita orang Madura,” katanya.

Fikser memastikan bahwa Risma sengaja menyampaikan langsung imbauan itu dengan menggunakan Bahasa Madura supaya lebih efektif dan familiar kepada warga.

Bahkan, ia berharap supaya imbauan ini bisa lebih didengarkan dan lebih bisa dipahami oleh warga.

“Apalagi kan disampaikan dengan menggunakan bahasa mereka, jadi mungkin bisa lebih diterima. Karena Bu Risma ini seorang pemimpin, maka diharapkan mereka bisa lebih patuh dan taat untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” pungkasnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya