Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Tunjukkan Keseriusan, Jokowi Harus Ambil Alih Kendali Penanganan Covid-19

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 05:43 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Perkembangan kasus virus corona baru (Covid-19) di Indonesia semakin hari semakin memprihatinkan. Data hingga Kamis (16/4) tercatat ada 5.516 orang terinfeksi, 496 meninggal dan pasien yang sedang menjalani perawatan medis sebanyak 4.472 orang.

Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyatakan, penanganan Covid-9 harus dilakukan lebih serius.

Tujuannya agar masyarakat mendapatkan optimisme dan semangat dalam menghadapi pandemik global virus asal Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu.


Ia mengusulkan Presiden Joko Widodo harus segera mengambil alih komando penanganan wabah yang sudah mematikan hampir 500 nyawa ini.

Adi menjelaskan, selain Covid-19 sudah ditetapkan sebagai bencana nasional, alasan lain pentingnya diambil alih Jokowi karena menteri seharusnya hanya menjalankan tugas instruksional dari kepala pemeirntahan.

"Penanganannya yang bisa memberikan opotimisme dan semangat menghadapi wabah ini, bagaimana caranya, harus diamblil oleh presiden, kalau nggak ya wapres lah," demikian kata Adi Prayitno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis malam (16/4).

Lebih lanjut, Adi mengungkapkan wabah Covid-19 harus jadi momentum pembuktian jargon kerja Jokowi. Jika penanganan dilakukan terpusat di Istana, maka kejadian silang pendapat antar menteri dan pejabat di tengah pandemik tidak akan terjadi.  

"Jargonnya kan kerja kerja kerja itu harus dibuktikan dengan diambil oleh istana, sehingga keputusan politik yang terkait penanganan corona ini ya terpusat di istana, selama ini kan banyak informasi dan kebijakan yang bertabrakan, menteri ini ngomong A yang B. Ini memunculkan suasana tidka nyaman di masyarakat," tandas pengajar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya