Berita

Stafsus Presiden yang CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Devayara/Net

Politik

Stafsus Milenial Dapat Proyek Triliunan, Said Didu: Saya Kecewa Anak Muda Sukses Ternyata Tidak Menghormati Etika

JUMAT, 17 APRIL 2020 | 05:22 WIB

Perusahaan aplikator milik Staf Khusus presiden Adamas Belva Syah Devara, Ruangguru mendapatkan proyek fantastis dari pemerintah pusat. 

Kementerian Perekonomian menunjuk Ruangguru sebagai aplikator Kartu Prakerja dengan nilai proyek sebesar Rp 5,6 triliun.

Fakta ini mengundang kritik keras dari berbagai kalangan, meski Belva menyatakan dirinya siap mundur dari jabatan Staf Khusus Presiden.


Selain itu Bela menegaskan bahwa dirinya merasa tidak ada aturan yang dilanggar. Ia mengaku tidak pernah dilibatkan sejak pawal proses pengambilan keputusan perusahaanya dipilih sebagai aplikator Kartu Prakerja.

Analis politik yang juga Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Stafsus milenial Presiden Joko Widodo.

Selama ini, kata  Said Didu, seluruh staf khusus Presiden Jokowi identik dengan simbol anka muda yang sukses. Sebagai pejabat publik, Said menegaskan seharusnya Stafsus milenal mampu menghormati etika publik.

"Saya kecewa ini dilakukan anak muda yang katakan saat ini dikenal sebagai anak milenial yang sukses. Ternyata mereka tidak menghormati sama sekali etika sebagai pejabat publik," demikian kata Said Didu kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis Malam (16/4).

Meski demikian, terkait menangnya perusahaan milik Stafsus Presiden itu, Kementerian Perekonomian juga harus bertanggung jawab. Menurut Said Didu Kemenko Perekonomian adalah pihak yang memberi pekerjaan kepada perusahaan milik Stafsus Presiden Jokowi.

"Yang menciptakan pekerjaan itu (Kemenko Perekonomian), karena rancangan kerja itu disesuaikan oleh Kemenko perekonomian, sesuai dengan spesifkasi kemampuan perusahaan yang dimiliki staf khusus, yang belum tentu dibutuhkan. Menko Perekonomian harus beratnggung jawab kenapa membuat spesifikasi yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan," pungkas Pria yang mengikrarkan diri sebagai Manusia Merdeka ini.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya