Berita

SBY dan Hinca Panjaitan/Net

Politik

Hinca 'Hilang' Dari Pengurus Demokrat, Pengamat: Dia Terlalu Akomodatif Terhadap Pemerintah, Beda Dengan Jansen Sitindaon

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 22:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada perubahan yang cukup mencolok dalam struktur kepengurusan DPP Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Di periode 2020-2025, AHY menempatkan sejumlah politisi yang masih tergolong milenial. Sebalinya, tak banyak nama-nama politisi senior yang pada kepemimpinan SBY masuk struktural, seperti Hinca Panjaitan dan Syarief Hasan.

Mencermati hal ini, pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara menilai ada strategi yang tengah dibangun putra sulung SBY itu dalam menakhodai Demokrat lima tahun ke depan.


"Partai Demokrat memilih nama-nama yang punya daya komunikasi kuat sebagai 'penyeimbang' bagi pemerintah," kata Igor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (16/4).

Seperti hilangnya nama mantan Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan. Menurut Igor, gaya Hinca dinilai kurang mendukung hasrat AHY yang ingin moncer di Pilkada 2020, bahkan di Pemilu 2024.

"Hinca Panjaitan tergusur dalam kepengurusan diduga karena tidak punya energi yang kuat dan cenderung akomodatif terhadap pemerintah sekarang ini. Posisi Hinca Panjaitan mirip Bara Hasibuan di PAN," jelas Director Survey and Polling Indonesia (SPIN) ini.

Hal itu tentu berbeda dengan nama-nama yang kini ditempatkan AHY di jajaran Sekjen dan Wasekjen yang berjumlah 10 orang.

"Hinca berbeda dengan Jansen Sitindoan yang sigap melakukan counter serangan terhadap AHY dan Partai Demokrat, misalnya kritikan keras mantan kader seperti Ruhut Sitompul. Namun patut disayangkan nama Rachland Nashidik tidak masuk dalam daftar pengurus inti," tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

PBB Dorong Implementasi Segera Prinsip Bisnis Berbasis HAM di Indonesia

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:05

Membongkar Praktik Haram MBG

Kamis, 04 Juni 2026 | 02:00

Indonesia Sedang Hadapi Perang Sumber Daya

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:34

Berantas Korupsi di BGN jadi Bukti Prabowo Jalankan Amanat Reformasi 98

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:28

Warga Tuntut Pengurus P3SRS Apartemen Taman Rasuna Diberhentikan

Kamis, 04 Juni 2026 | 01:07

Pemuda Katolik Dukung Kejagung Bersih-bersih BGN

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:40

Ketua SC Muktamar X PPP Ngaku Borong Kamar Lantai 10 untuk Persidangan

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:17

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Dadan Hindayana Cs Terlalu Berani Korupsi!

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:02

Badko HMI Sultra Laporkan Dua Perusahaan Tambang ke Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 23:50

Selengkapnya