Berita

Ekonomsenior Rizal Ramli/RMOL

Politik

Pasien Covid-19 Beda Jauh Dengan Taiwan Yang Hanya Terapkan Social Distancing, Begini Pandangan Rizal Ramli

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 21:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Jumlah pasien positif virus corona baru atau Covid-19 di Indonesia belum menampakkan penurunan. Dari data yang dirilis Kamis (16/4), pasien positif mencapai 5,516, sedangkan 496 dinyatakan meninggal dunia.

Jumlah ini terus meningkat meski pemerintah sudah melakukan beragam cara, mulai dari pembatasan sosial, jaga jarak, hingga bekerja dari rumah.

Melihat kecenderungan yang terus meningkat, ekonom senior Rizal Ramli pun menyuguhkan perbandingan penanganan Covid-19 yang terjadi di negara dengan tingkat penyebaran yang minim, salah satunya Taiwan.


"Taiwan tidak menetapkan lockdown, stay at home dan work from home. Cukup dengan social distancing. Kasus positif tidak lebih dari 400," kata Rizal Ramli kepada redaksi, Kamis (16/4).

Menurut mantan Menko Perekonomian ini, perbedaan jumlah pasien positif terjadi karena cara pencegahan dini yang dilakukan berbeda. Kunci keberhasilan Taiwan ada pada tindakan cepat yang sudah dilakukan sejak Januari 2020.

"Langkah pertama pemerintah (Taiwan) mengambil alih pabrik-pabrik masker dan alkohol. Dilarang ekspor masker dan alkohol (hand sanitizer). Distribusi masker dan hand sanitizer dikendalikan pemerintah kepada apotek-apotek resmi," jelas RR, sapaan akrab Rizal Ramli.

Dalam pendistribusiannya, semua warga Taiwan yang terdaftar dalam program jaminan kesehatan Taiwan diberikan jatah yang sama per orang. Semua orang wajib pakai masker meski saat itu WHO hanya mengharuskan untuk yang sakit.

"Langkah kedua, Taiwan menutup semua pintu-pintu masuk wisatawan di bandara, pelabuhan, dan lain-lain. Khususnya wisatawan mancanegara dari China, Macau,dan Hongkong," sambung RR.

Cara-cara inilah yang tidak dilakukan pemerintah Indonesia sejak awal. Transparansi pemerintah dalam memerangi Covid-19 juga seakan tidak diindahkan pemerintah Indonesia sejak awal kemunculan kasus Covid-19.

Imbasnya, pasien positif virus corona baru di tanah air tak kunjung surut, bahkan terus bertambah hingga ribuan orang.

"Langkah awal (Taiwan) yang menentukan sepertinya tidak terjadi dengan pemerintah kita. Ya enggak sih?" tandasnya.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya