Berita

Komjen Agus Andrianto/Net

Presisi

Dapur Umum TNI-Polri Berfungsi Sebagai Jaring Pengaman Sosial Di Tengah PSBB Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 16:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Agus Andrianto meninjau sekaligus mengecek Dapur Umum TNI-Polri penanganan Covid-19.

Kepala Operasi Terpusat Kontinjensi Aman Nusa II-Penanganan Covid-19 Tahun 2020 itu didampingi oleh Kapolda Metro Jaya, Aslog Kapolri, Wakapolda Metro Jaya, dan Karo Penum Divhumas Polri.

Rombongan berangkat dari Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya kemudian menempuh rute Kampung Melayu-Johar Baru-Tanjung Priok-Kota Tua, Rabu (15/6).


Sehari sebelumnya, gabungan Korps Brimob Polri dan Sat Brimob Polda Metro Jaya telah mendirikan dapur umum di tujuh titik di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Ketujuh titik itu adalah: Taman Sari, Jakarta Barat; Tanjung Priok, Jakarta Utara; Kampung Melayu, Jakarta Timur; Kebayoran Lama, Jakarta Selatan; Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi; Kemayoran, Jakarta Pusat; dan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Bahan baku yang tersedia beras, telur, minyak goreng, tempe, tahu, dan bumbu dapur.

Komjen Agus mengatakan, dapur umum tersebut didirikan sebagai upaya Polri menghadirkan jaring pengaman sosial bagi masyarakat dan sebagai tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo agar segenap jajaran pemerintah baik di pusat maupun di daerah untuk mendayagunakan seluruh kekuatan dan upaya pada penanganan Covid-19 baik di bidang kesehatan maupun menangani dampak sosial dan ekonomi yang timbul.

Instruksi Presiden tersebut menjadi penekanan khusus bagi Panglima TNI dan Kapolri yang segera memerintahkan jajarannya masing-masing untuk bahu-membahu membantu kesulitan masyarakat.

Dia berharap, dapur umum yang telah didirikan dapat membantu memenuhi kebutuhan makan masyarakat yang terdampak akibat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka pencegahan persebaran Covid-19.

"Dapur umum didirikan untuk mengamankan jaring pengaman sosial agar masyarakat tidak kelaparan. Karena masalah perut sangat rawan. Orang bila lapar tidak akan bisa berpikir secara logis. Bila lapar berkepanjangan, berpotensi akan menimbulkan kesempatan untuk melakukan tindak pidana," tutur Komjen Agus, Kamis (16/4).

Selain itu, Komjen Agus juga menyempatkan meninjau lokasi pemakaman korban Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat. Menurut laporan, sampai saat dilakukan peninjauan, sudah ada delapan jenazah korban meninggal Covid-19 yang dimakamkan di TPU tersebut.

Di lokasi pemakaman, mantan Kapolda Sumatera Utara itu menyerahkan bantuan sembako kepada petugas pemakaman. Sembako yang dibagikan berjumlah 300 paket.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya