Berita

Ketua ProDEM Iwan Sumule dan aktivis senior Hariman Siregar/Net

Politik

Iwan Sumule: Negara Seperti Tanpa Kepemimpinan, Tidak Kredibel Lagi Dipertahankan!

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 14:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Curva sebaran virus corona baru atau Covid-19 di Indonesia terus menanjak dengan angka kematian yang lebih besar ketimbang mereka yang sembuh. Namun demikian, langkah-langkah antisipasi sebaran Covid-19 dari pemerintah masih tampak belum serius.

Sebaliknya, pemerintah malah sibuk dengan urusan lain. Seperti Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan pemerintah tengah bersiap menyambut wisatawan asing dari China, Jepang, dan Korea Selatan.

Sejurus dengan itu, Presiden Joko Widodo seolah mengamini. Dalam rapat terbatas pagi ini, Kamis (16/4), Jokowi mengaku yakin sebaran virus akan selesai pada akhir tahun. Dia pun kini meminta agar stimulus pariwisata disiapkan demi menyambut booming wisatawan di awal tahun 2021 mendatang.   


“Covid-19 yang sedang menular, bukannya cepat antisipasi dan cegah. Ini malah yang duluan dicegah krisis ekonomi dan sibuk menularkan optimisme tanpa solusi,” terang Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule kepada redaksi sesaat lalu.

Menurutnya, pemerintah semakin tanpa arah yang jelas dalam menangani Covid-19 dengan memaksakan program Kartu Pra Kerja, yang anggarannya mencapai Rp 20 triliun untuk 5,6 juta orang.

Iwan Sumule menekankan bahwa Kartu Pra Kerja merupakan program yang tidak perlu diambil di saat nyawa rakyat sedang terancam corona dan kelaparan. Program itu cocok dijalankan jika kondisi sedang normal tanpa wabah.

Parahnya, program ini seolah disebut sebagai solusi menghadapi Covid-19. Padahal yang terjadi justru pemborosan untuk pelatihan. Lebih efektif jika dana itu dibagikan secara langsung ke rakyat.

“Ingat Kartu Pra Kerja itu bukan bantuan terkait Covid-19, tapi seolah menjadi bagian bantuan penanganan Covid-19,” terangnya.

Dia juga menyinggung adanya potensi dugaan praktik korupsi dalam penunjukkan Ruang Guru, perusahaan milik Stafsus Presiden, Belva Devara, sebagai salah satu aplikator untuk Kartu Pra Kerja. Di mana proyek untuk aplikator ini dianggarkan mencapai Rp 5,6 triliun.

“Padahal pemerintah punya Balai Latihan Kerja (BLK) di setiap daerah, tapi tidak difungsikan,” tanyanya.

Kembali ke kritik kepemimpinan Jokowi dalam menangani Covid-19. Curhatan Jokowi bahwa masih ada ratusan daerah belum merealikasikan anggaran untuk bantuan kesehatan, dampak ekonomi, dan jaring pengaman sosial, bagi Iwan Sumule merupakan tanda bahwa daerah memang sedang tidak punya uang.

Untuk itu, sambungnya, curhatan Jokowi itu harus dipecahkan dengan cara mengambil alih tanggung jawab daerah. Apalagi, bantuan sosial atau pemenuhan kebutuhan pokok warga memang semestinya jadi tanggungan pusat.

“Lain lagi kalau itu disebut pembangkangan daerah. Berarti jadi bukti kalau pemerintah pusat telah kehilangan wibawa dan negara seolah tanpa kepemimpin nasional,” tekannya.

“Jadi negara ini seperti tanpa kepemimpinan. Pemimpin tampak sebagai dealer bukan leader. Tak kredibel lagi dipertahankan. Iya nggak sih?” demikian ketua DPP Partai Gerindra itu.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

UPDATE

Polri Evaluasi Penggunaan Senpi Buntut Kasus Iptu N di Makassar

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:58

Luhut Usul Pembentukan Satgas Khusus Imbas Konflik Israel-Iran

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:39

Selebgram Klaim Dijadikan Tersangka dan Ngadu ke Kapolri

Jumat, 06 Maret 2026 | 01:10

Perang Timur Tengah Siap-siap Bikin APBN Babak Belur

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:55

Warga Temukan Bayi Mungil Ditemani Sepucuk Surat di Gerobak Nasi Uduk

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:31

Iran Pertegas Kembali Fatwa Haramkan Senjata Nuklir

Jumat, 06 Maret 2026 | 00:08

Berikut Jadwal One Way hingga Contra Flow di Tol Trans Jawa saat Mudik

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:45

Luhut: Spirit Rakyat Iran Tidak Pernah Goyang

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:21

Rapimnas IKA-PMII, Bedah Dampak Gejolak Timteng Terhadap Ekonomi RI

Kamis, 05 Maret 2026 | 23:05

50 Lansia Dhuafa di Depok Terima Santunan Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 22:58

Selengkapnya