Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi Minta Jaminan Sosial Pekerja Pariwisata Benar-benar Tersalurkan Agar Ekonomi Tak Terjerembab

KAMIS, 16 APRIL 2020 | 13:48 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ekonomi di sektor pariwisata dan industri kreatif diperkirakan anjlok hingga 50 persen akibat pandemi virus corona baru (Covid-19). Presiden Joko Widodo pun langsung meminta jajarannya memberikan stimulus ekonomi agar hal tersebut tak terjadi.

Menurut Presiden Jokowi, tak dipungkiri virus yang berasal dari Wuhan, China tersebut sangat berdampak besar bagi sektor pariwisata, baik industri perhotelan, restoran dan juga industri kreatif masyarakat.

"Yang menyangkut rakyat yaitu barang-barang kerajinan yang dijajakkan di sana (tempat pariwisata) juga. Oleh sebab itu langkah-langkah mitigasi perlu secepat-cepatnya dilakukan," ujar Jokowi dalam ratas virtual di Istana Bogor, Kamis (16/4).


Oleh karena itu, mantan Walikota Solo ini meminta jajaran kementerian terkait untuk menggulirkan program bantuan sosial khusus sektor pariwisata ini. Hal ini perlu segera dilakukan untuk menjaga ekonomi masyarakat.

"Yang pertama program perlindungan sosial bagi pekerja yang bekerja di sektor pariwisata. Ini betul-betul harus dipastikan ada dan sampai pada sasaran," pinta Jokowi.

Demi memastikan hal itu berjalan, realokasi anggaran yang ada di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkarekraf) harus diarahkan ke program-program yang bisa membantu pekerja di sektor pariwisata ini.

"Saya belum tahu barangnya (programnya) apa, tapi semacam program padat karya bagi pekerja-pekerja yang bergerak di bidang pariwisata ini," demikian Jokowi.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya