Berita

Ekonom Dradjad Wibowo/Repro

Politik

Dradjad Wibowo: Pemerintah Indonesia Dalam Mengatasi Covid-19 Seperti Guyon

RABU, 15 APRIL 2020 | 21:38 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintah Indonesia dianggap guyon dalam menghadapi dan mengatasi pandemik corona virus disease 2019 (Covid-19).

Hal itu disampaikan oleh ekonom senior, Dradjad Wibowo dalam diskusi online pada Rabu malam (15/4).

"Di kalangan diplomat, di kalangan investor, bahwa Indonesia guyon kasarnya ya, Indonesia dianggap kurang serius mengatasi wabah itu. Indonesia dianggap belum melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi wabah," jelas Dradjad.


Bukan tanpa alasan, Dradjad membeberkan beberapa kebijakan yang cenderung memperlihatkan ketidakseriusan pemerintah dalam mengatasi Covid-19.

"Tanggal 18 Februari pemerintah menerbitkan SBN ya kalau enggak salah Rp 100 triliun, saya lupa angka persisnya. Ternyata kemudian SBN itu tidak laku, hanya laku Rp 34 triliun. Itu pun Rp 22 triliun dibeli oleh Kementerian Keuangan sendiri," ungkap Dradjad.

Padahal menurutnya, kepercayaan investor terhadap persepsi ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh langkah pemerintah dalam mengendalikan Covid-19.

"Bagi Indonesia justru persepsi terhadap Indonesia mengendalikan wabah itu lah yang kemudian berpengaruh besar terhadap persepsi ekonomi terhadap kepercayaan investor," sambungnya.

Apalagi, para investor maupun negara lain mengetahui kapasitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

"Semua pihak tahu seberapa besar kemampuan kapasitas pelayanan kesehatan kita. Jadi persepsi terhadap kapasitas Indonesia mengatasi wabah itu akan berpengaruh besar terhadap kepercayaan investor," pungkas Dradjad.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya